Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoDonor Darah PMI Kota Mojokerto, 25 Calon Pendonor Tak Lolos Skrining

Donor Darah PMI Kota Mojokerto, 25 Calon Pendonor Tak Lolos Skrining

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 25 dari 100 calon pendonor darah dalam kegiatan donor darah PMI Kota Mojokerto, di Sabha Mandala Tama, Balai Kota, Senin (19/1/2026) dinyatakan tidak lolos skrining kesehatan.

Sekretaris PMI Kota Mojokerto, Ayuhanafiq, mengatakan tidak lolosnya 25 calon pendonor disebabkan oleh berbagai faktor kesehatan.

“Ada yang tekanan darahnya tidak stabil, hemoglobinnya rendah, berat badannya belum memenuhi syarat, atau sedang sakit ringan seperti flu, batuk, atau diare. Itu semua tidak bisa kami ambil (darahnya) karena menyangkut keselamatan pendonor dan resipien,” katanya.

Menurutnya, bagi calon pendonor, standar minimal hemoglobin adalah 12,5 gram per desiliter untuk laki-laki dan 12 gram per desiliter untuk perempuan, dengan berat badan minimal 45 kilogram.

Kendati kegiatan yang digelar di Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto itu terbuka untuk umum, namun mayoritas peserta dari kalangan ASN Pemerintah Kota Mojokerto.

“Memang terbuka untuk umum, tapi hari ini yang paling banyak berpartisipasi ASN. Karena tempatnya di Balai Kota dan bersamaan juga dengan jam kerja,” ujarnya.

Yuhan, sapaan akrab Ayuhanafiq, memastikan kegiatan donor darah tersebut merupakan agenda rutin PMI yang digelar sepanjang tahun, bukan lantaran stok kritis.

“Ini bukan karena stok sedang krisis. Memang agenda rutin, kebetulan difasilitasi Sekda,” tandasnya.

Ia menambahkan, PMI Kota Mojokerto menargetkan pengumpulan sekitar 1.800 kantong darah per bulan untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit di wilayah Mojokerto. Untuk menjaga kualitas, PMI menerapkan sistem rotasi agar darah segar tersedia setiap empat hari sekali.

“Kami jaga supaya stok bukan hanya cukup, tapi juga segar dan siap pakai,” jelasnya.

Yuhan mengungkapkan, fasa kritis muncul pada periode tertentu, terutama awal tahun dan musim libur panjang seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.

“Di masa itu permintaan darah biasanya naik karena kasus kecelakaan meningkat. Tapi pendonor justru turun karena banyak yang mudik atau liburan,” tuturnya.

Untuk menjaga stabilitas stok dan mengantisipasi kondisi tersebut, PMI menguatkan jaringan relawan serta tenaga penggerak di berbagai kelompok kewilayahan, perusahaan, dan organisasi profesi seperti PGRI.

“Kami punya tim yang bergerak di komunitas-komunitas. Mereka yang membantu mengajak warga supaya donor darah bisa jadi kebiasaan, bukan hanya datang saat ada kegiatan,” katanya.

Karena, sambung Yuhan, donor darah sukarela menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan stok sepanjang tahun.

“Donor sukarela ini sangat penting untuk menutup defisit tahunan dan memastikan kami siap saat masuk masa-masa kritis,” pungkasnya.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular