Mojokerto-(satujurnal.com)
Suasana Ramadan di Kota Mojokerto kembali menemukan denyutnya. Pasar Takjil Ramadan 1447 H/2026 digelar di Pasar Rakyat Ketidur, Kecamatan Prajurit Kulon, mulai 26 Februari hingga 4 Maret 2026, setiap hari pukul 15.00–21.00 WIB, menghadirkan ruang ekonomi rakyat sekaligus pusat kebersamaan warga.
Pasar Takjil Ramadan ini diinisiasi Pemerintah Kota Mojokerto sebagai upaya menggerakkan UMKM, menyediakan akses kuliner berbuka, serta memperkuat interaksi sosial selama bulan suci.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga atmosfer Ramadan tetap hidup di tengah masyarakat.
“Pasar takjil ini kami hadirkan kembali sebagai ruang interaksi warga, wadah pelaku UMKM, serta sarana syiar Ramadan yang menggembirakan. Kami ingin suasana Ramadan di Kota Mojokerto terasa hidup dan penuh kebersamaan,” kata Ning Ita, sapaan akrabnya, Jumat (20/2/2026).
Selama sepekan penyelenggaraan, Pasar Takjil Ramadan 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai lomba patrol dan bedug yang diikuti pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga Karang Taruna.
Selain itu, tersedia bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih, bazar makanan dan minuman UMKM, pasar murah, wahana permainan keluarga, serta program QRIS Racing dari Bank Indonesia yang mendorong transaksi digital di kalangan masyarakat.
Menurut Ning Ita, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan hiburan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu ruang publik Ramadan.
“Kami ingin pelajar, pemuda, UMKM, dan koperasi semua terlibat. Ini adalah wujud gotong royong dan semangat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Mojokerto berharap Pasar Takjil Ramadan 2026 menjadi destinasi favorit warga untuk berburu takjil, sekaligus memperkuat tradisi berkumpul, berbagi, dan merayakan Ramadan dalam suasana aman, nyaman, dan penuh keceriaan.(one/hms)



