Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali turun langsung ke rumah warga dalam kegiatan “Rantangan Ning Ita”, program buka puasa bersama yang rutin digelar setiap Ramadan. Dengan membawa hidangan dalam rantang bertingkat, Ning Ita menyapa warga dari rumah ke rumah, duduk bersama di atas tikar, dan berbincang hangat hingga waktu berbuka tiba.
Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah titik permukiman warga di Kota Mojokerto selama bulan Ramadan. Ning Ita hadir bersama sang suami, Supriyadi Karima Saiful, membawa paket makanan berbuka berisi nasi, sayur, lauk pendamping, dan sambal yang dikemas sederhana dalam wadah rantang.
Setibanya di rumah warga, Ning Ita langsung menyapa tuan rumah dan keluarga. Ia kemudian bergabung bersama warga, berbincang santai mengenai aktivitas sehari-hari, usaha kecil yang dijalankan, hingga kondisi lingkungan sekitar.
Program “Rantangan Ning Ita” telah berjalan beberapa tahun terakhir dan menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Pola kunjungan dilakukan bergantian agar lebih banyak warga merasakan langsung kebersamaan dengan wali kota.
“Saya ingin tetap dekat dengan warga. Datang langsung ke rumah, duduk bersama, dan berbuka bersama seperti ini membuat silaturahmi terasa lebih erat,” ujar Ning Ita di sela kegiatan, Minggu (1/3/2026).
Ia menekankan inti kegiatan terletak pada kebersamaan dan niat berbagi. Rantang yang dibawa menjadi simbol kesederhanaan sekaligus perekat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menjelang azan magrib, doa dipanjatkan bersama. Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Anak-anak, ibu-ibu, hingga tokoh lingkungan larut dalam kebersamaan sebelum menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Melalui “Rantangan Ning Ita”, Pemerintah Kota Mojokerto menjaga tradisi turun langsung ke tengah warga, memperkuat silaturahmi, serta memastikan komunikasi antara pemimpin dan masyarakat tetap terbuka selama Ramadan.(one/hms)



