Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoSidak Jelang Lebaran, Pemkot Mojokerto Soroti Keamanan Frozen Food di Toko Modern

Sidak Jelang Lebaran, Pemkot Mojokerto Soroti Keamanan Frozen Food di Toko Modern

Mojokerto-(satujurnal.com)
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Mojokerto meningkatkan pengawasan pangan melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tanjung Anyar serta sejumlah toko modern seperti Sanrio dan Superindo, Rabu (4/3/2026).

Selain memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, tim juga memberi perhatian khusus pada keamanan makanan beku (frozen food) yang kini semakin banyak dikonsumsi masyarakat.

Sidak dipimpin langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, jajaran dinas terkait, unsur TNI-Polri, serta BPOM.

Di sejumlah toko modern, rombongan memeriksa sistem penyimpanan makanan beku, khususnya suhu pendingin yang memengaruhi kualitas dan keamanan produk.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari, perubahan pola hidup masyarakat yang semakin praktis mendorong peningkatan konsumsi makanan beku. Kondisi ini membuat pengawasan keamanan pangan perlu diperketat.

“Terjadi perubahan pola hidup masyarakat yang serba instan dan cepat. Hampir seluruh masyarakat kini lebih menyukai atau mengonsumsi makanan frozen untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena itu kami memberi atensi pada keamanan pangan produk frozen ini,” katanya.

Tim sidak memeriksa suhu penyimpanan dalam cooler atau freezer untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang tercantum pada kemasan produk. Ketidaksesuaian suhu berpotensi menurunkan kualitas bahkan membuat produk tidak aman dikonsumsi.

“Kami cek apakah suhu cooler sudah sesuai atau belum. Ini penting karena jika proses penyimpanan tidak sesuai dengan yang disarankan dalam kemasan, kualitas makanan bisa menurun bahkan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap tempat penyimpanan produk beku wajib memiliki pencatatan suhu minimal dua kali sehari. Catatan tersebut diperiksa tim keamanan pangan sebagai bagian dari prosedur pengawasan.

Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan salah satu produk yang perlu pemeriksaan lanjutan. Sampel produk diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi.

“Kalau dicurigai, tentu harus diambil sampelnya dan diuji di laboratorium. Tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata, harus melalui uji resmi,” tambahnya.

Sementara itu, saat sidak di Pasar Tanjung Anyar sebagai pasar induk, pemantauan difokuskan pada ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok. Hasil pantauan sementara menunjukkan stok relatif aman dan distribusi berjalan lancar.

“Kalau pasokan jelas dan distribusi aman, maka harga juga relatif terkendali. Selama tidak ada gangguan distribusi antarwilayah dari daerah produsen ke Kota Mojokerto, insyaallah ketersediaan tetap aman,” ujar Ning Ita.

Pemerintah Kota Mojokerto memastikan pengawasan pangan akan terus diperkuat hingga menjelang Idul Fitri guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular