Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangDari Jalanan ke Musholla: Cara Polisi Jombang Beri SanksiRemaja Pelaku Konvoi Motor

Dari Jalanan ke Musholla: Cara Polisi Jombang Beri SanksiRemaja Pelaku Konvoi Motor

Jombang-(satujurnal.com)
Sebanyak sepuluh remaja duduk tertunduk di ruang pemeriksaan Polsek Jombang Kota, Minggu dini hari (8/3/2026). Mereka terjaring razia penertiban konvoi motor dengan sound horeg di wilayah hukum Polsek Jombang Kota. Aksi kebisingan itu dinilai meresahkan warga yang sedang beristirahat dan menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadhan.

Alih-alih menjatuhkan hukuman fisik atau denda, polisi memilih pendekatan pembinaan spiritual. Orang tua para remaja dipanggil ke kantor polisi untuk menerima pengarahan terkait perilaku anak-anak mereka.

Setelah pembinaan awal, para remaja tersebut diwajibkan menjalani program wajib lapor selama satu minggu. Mereka mengikuti salat tarawih di musholla Polsek Jombang Kota serta mengaji bersama petugas kepolisian.

Langkah ini diambil untuk mengarahkan energi remaja ke kegiatan yang lebih positif selama Ramadhan. Polisi berharap pendekatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran sekaligus mencegah mereka kembali terlibat aksi serupa.

“Kami ingin menyentuh hati mereka dan mengarahkan energi anak-anak muda ke kegiatan yang lebih baik selama Ramadhan,” kata Kanit Reskrim Polsek Jombang Kota, Ipda Dian Rizal Mabrur.

Dian Rizal yang memimpin langsung patroli malam itu tidak hanya bergerak di jalan utama, tetapi juga menyisir gang-gang permukiman setelah menerima keluhan masyarakat.

Petugas kemudian menemukan rombongan remaja yang berkonvoi sambil membawa perlengkapan sound horeg. Dentuman musik dari pengeras suara memecah keheningan malam dan dinilai berpotensi memicu keributan.

Para remaja tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Jombang Kota untuk didata serta menjalani pemeriksaan awal.

Dian Rizal menjelaskan pendekatan religi dipilih untuk memberi pembelajaran sekaligus membimbing remaja ke arah yang lebih baik.

“Fokus kami memastikan masyarakat merasa aman saat sahur sekaligus membimbing anak-anak ini agar energinya tersalurkan ke kegiatan yang lebih positif,” ujarnya.

Melalui pembinaan religi, polisi berharap para remaja tersebut belajar menghargai suasana ibadah dan memahami dampak perilaku mereka terhadap lingkungan.

Pendekatan ini juga membuka ruang komunikasi antara polisi, orang tua, dan para remaja.

Di musholla kecil Polsek Jombang Kota, suasana yang sebelumnya dipenuhi dentuman musik kini berganti lantunan ayat suci. Remaja-remaja yang sebelumnya berkonvoi di jalanan kini duduk bersaf mengikuti salat tarawih.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular