Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoLewat Budaya RT Berseri, Ning Ita Dorong Aktivasi Bank Sampah di RW

Lewat Budaya RT Berseri, Ning Ita Dorong Aktivasi Bank Sampah di RW

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong aktivasi kembali bank sampah di tingkat RW untuk memperkuat pengelolaan sampah dari rumah tangga di Kota Mojokerto. Langkah ini dinilai penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Dorongan tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Ning Ita saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (9/3/2026).

Ning Ita menilai pengelolaan sampah tidak bisa bertumpu pada pemerintah saja. Perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, termasuk kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Budaya RT Berseri ini menjadi upaya membentuk perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa menjaga kebersihan lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.

Program Budaya RT Berseri juga selaras dengan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang didorong pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat.

Ning Ita memaparkan, rata-rata setiap rumah tangga di Kota Mojokerto menghasilkan sekitar 0,6 kilogram sampah per hari. Tanpa pemilahan dari sumbernya, seluruh sampah tersebut langsung berakhir di TPA.

Menurutnya, jika pengelolaan dilakukan sejak dari rumah, hanya sekitar 20 persen sampah yang perlu dibuang ke TPA. Sisanya dapat diolah melalui pemilahan maupun bank sampah.

“Seharusnya jika sampah sudah dikelola sejak dari rumah tangga, yang masuk ke TPA hanya sekitar 20 persen saja. Sisanya bisa dikelola melalui pemilahan maupun bank sampah,” jelasnya.

Namun hasil evaluasi tim penilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program Adipura menunjukkan, dari 198 bank sampah yang tercatat di Kota Mojokerto, hanya 88 yang aktif.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota untuk menghidupkan kembali bank sampah di tingkat RW agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat berjalan lebih efektif.

“Karena itu bank sampah di masing-masing RW harus kita aktifkan kembali,” tegas Ning Ita.

Melalui Budaya RT Berseri, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah dari rumah dan kembali aktif dalam kegiatan bank sampah. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata di Kota Mojokerto.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular