Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiHobi Ekstrem Berbuah Cuan, IRT di Mojowarno Beternak Belasan Ular Piton di...

Hobi Ekstrem Berbuah Cuan, IRT di Mojowarno Beternak Belasan Ular Piton di Rumah

Jombang-(satujurnal.com)
Aktivitas tak lazim terjadi di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang Seorang ibu rumah tangga (IRT) memelihara belasan ular piton berukuran besar di dalam rumahnya dan menjadikannya sebagai ladang bisnis. Aktivitas ini telah berlangsung sejak 2020 dan kini berkembang menjadi usaha budidaya reptil bernilai jutaan rupiah.

IRT tersebut adalah Rika Fitri, ibu dua anak usia sekolah dasar. Di rumah tinggalnya, ia memelihara sedikitnya 17 ekor ular piton dari berbagai jenis, mulai ukuran kecil hingga panjang lebih dari lima meter. Jenis yang dipelihara antara lain golden child, tiger, albino, ivory, dan pati, dengan nilai jual bervariasi tergantung ukuran dan jenis.

Rika mengawali aktivitas ini dari hobi sejak kecil yang kemudian berlanjut menjadi penari ular di berbagai acara hajatan dan pawai. Awalnya ia menyewa ular untuk kebutuhan pertunjukan. Seiring waktu, ia mulai membeli dan merawat sendiri hingga akhirnya berhasil mengembangbiakkan.

“Tahun 2020 mulai pelihara, awalnya satu ekor. Sekarang sudah berkembang jadi 17 ekor,” ujar Rika, Senin (30/3/2026).

Usaha budidaya ini mulai menghasilkan pada 2023 saat ular-ular tersebut berkembang biak dan bisa dijual. Untuk ukuran bayi usia satu bulan, harga piton jenis tiger berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Sementara untuk ukuran besar, terutama jenis albino dengan panjang sekitar lima meter, harga bisa mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per ekor.

Selain dari penjualan, Rika juga masih menerima tawaran sebagai penari ular. Dalam satu kali atraksi dengan tiga ekor ular, ia bisa memperoleh bayaran antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu, tergantung jarak dan lokasi acara.

Meski memelihara hewan yang dianggap berbahaya, lingkungan sekitar tidak menunjukkan penolakan. Warga justru kerap meminta bantuan Rika saat menemukan ular di sekitar permukiman.

“Kalau ada ular lepas, biasanya warga malah minta saya yang menangkap,” katanya.

Aktivitas ini dijalankan di dalam rumah dengan pengawasan ketat. Rika memastikan seluruh ular dalam kondisi terkendali agar tidak membahayakan keluarga maupun lingkungan sekitar.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular