Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomePeristiwaLalu LintasPolisi Gunakan 3D Scanner Ungkap Penyebab Bus Restu Terguling di KM 689...

Polisi Gunakan 3D Scanner Ungkap Penyebab Bus Restu Terguling di KM 689 Tol Jomo

Jombang-(satujurnal.com)
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mendalam terkait kecelakaan tunggal bus PO Restu di ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo) KM 689+500 A, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kamis (2/4/2026) malam. Insiden tersebut menewaskan satu penumpang dan menyebabkan 33 orang lainnya mengalami luka.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat bus Hino bernopol N 7088 UG melaju dari arah barat ke timur. Dari total 37 orang di dalam kendaraan, sebanyak 33 orang menjadi korban. Satu penumpang meninggal dunia di lokasi, sementara korban luka berat dan ringan telah dievakuasi ke tiga rumah sakit di Jombang.

Kronologi sementara, bus yang dikemudikan Nuril bersama kondektur Syamsudin itu diduga mengalami gangguan teknis sebelum akhirnya oleng, naik ke median, lalu terguling. Benturan keras membuat bagian depan dan samping bus ringsek parah, serta memicu kepanikan di dalam kabin.

Kasi Laka Ditlantas Polda Jatim, Kompol Siska Arisandi, menegaskan olah TKP dilakukan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) dengan dukungan teknologi pemindaian modern.

“Saat ini yang kita lakukan adalah olah TKP menggunakan TAA. Kami menggunakan alat 3D scanner dengan teknologi analisis ilmiah. Tujuannya agar kita bisa melihat simulasi kecelakaan pada saat sebelum, saat kejadian, hingga sesudah kejadian,” ujar Kompol Siska di lokasi.

Ia menjelaskan, hasil pemindaian akan menghasilkan visualisasi tiga dimensi yang membantu penyidik membedah peristiwa secara detail dan transparan.

“Hasilnya nanti berupa 3D, visualnya lebih mudah dipahami dan datanya lebih akurat karena berbasis teknologi,” lanjutnya.

Terkait dugaan penyebab, petugas menemukan indikasi masalah pada komponen kendaraan, terutama bagian ban. Namun, kepastian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Secara fisik kasat mata memang terlihat bannya sudah kempes atau tidak layak. Namun, kami tidak boleh asal mengeluarkan statement. Untuk detailnya, apakah ada kerusakan teknis lainnya, akan diperiksa lebih teliti lagi oleh pihak yang ahli di bidangnya,” tegasnya.

Ditlantas Polda Jatim terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Jombang dan Dinas Perhubungan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

“Setelah semua tahapan sesuai SOP dilakukan secara detail, baru kami bisa menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan ini. Saat ini kami fokus memberikan dukungan olah TKP menggunakan teknologi TAA ini,” pungkas Kompol Siska.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular