Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangKapolres Jombang Turun ke Lokasi Penemuan Mayat Misterius di Megaluh, Identitas Masih...

Kapolres Jombang Turun ke Lokasi Penemuan Mayat Misterius di Megaluh, Identitas Masih Gelap

Jombang-(satujurnal.com)
Kapolres Jombang Turun ke Lokasi Penemuan Mayat Misterius di Megaluh, Identitas Masih Gelap Jombang AKBP Ardi Kurniawan turun langsung ke lokasi penemuan mayat pria tanpa identitas di aliran Sungai Mrican, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Minggu sore (12/4/2026). Peristiwa penemuan mayat ini menggegerkan warga setempat setelah jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Korban berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut di balok semen sungai. Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian leher dan pipi, memicu dugaan adanya kekerasan.

“Satreskrim Polres Jombang bersama dengan Polsek Megaluh berdasarkan informasi dari masyarakat menemukan mayat laki-laki Mr X umur sekitar 30-an di daerah aliran Sungai Mrican ini, dalam keadaan tertelungkup di sungai,” ujar AKBP Ardi Kurniawan di lokasi.

Penemuan bermula dari laporan warga yang melihat tubuh korban tersangkut di aliran sungai. Saat itu, debit air Sungai Mrican sebelumnya sempat tinggi sejak malam hingga sekitar pukul 10.00 WIB, lalu berangsur surut dan memperlihatkan jasad korban.

Polisi menduga korban terbawa arus dari wilayah lain. Dari hasil penelusuran awal, tidak ada warga sekitar yang mengenali korban.

“Diduga ini bukan warga Megaluh atau warga Jombang, kemungkinan terbawa arus sungai yang cukup deras sejak malam hingga pagi,” kata Ardi.

Kondisi jenazah diperkirakan masih baru, dengan waktu kematian belum mencapai 24 jam sebelum ditemukan. Luka di leher dan pipi masih dalam pendalaman tim forensik.

“Di leher ada luka, bekas luka dan di pipinya. Ini masih didalami oleh tim forensik untuk memastikan apakah mati secara wajar atau ada dugaan tindak pidana,” lanjutnya.

Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk dilakukan otopsi oleh tim forensik bersama RS Bhayangkara Kediri. Polisi juga masih melakukan olah TKP lanjutan serta mengumpulkan bukti di sepanjang aliran Sungai Mrican yang terhubung hingga wilayah Kediri.

Kapolres menegaskan pihaknya akan mengusut kasus ini secara maksimal untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematian.

“Kita pasti berupaya maksimal, baik dari keterangan saksi maupun penggunaan teknologi, untuk mengungkap identitas korban dan memberikan keadilan kepada korban,” pungkasnya.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular