Mojokerto-(satujurnal.com)
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyatakan wartawan di Mojokerto kini memiliki “rumah” bersama yang dapat digunakan kapan saja untuk mendukung tugas peliputan.
Gus Barra, sapaan karib Bupati, menyampaikan hal itu saat memberi sambutan dalam peresmian dan tasyakuran Media Centre (MC) di jalan raya RA Basuni, Sooko, Mojokerto, Rabu (15/4/2026).
MC dengan tagline Ruang Jurnalis Mojokerto, ujar dia, hadir sebagai ruang kerja bersama bagi insan pers sekaligus memperkuat kolaborasi jurnalis lintas platform.
Bupati menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan MC sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik. Ia pun berharap fasilitas ini menjadi ruang produktif bagi jurnalis dalam menghasilkan karya yang akurat dan edukatif.
“Media memiliki peran strategis. Tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga membangun opini publik yang sehat dan mencerdaskan,” ujarnya.
Menurutnya, MC diproyeksikan menjadi simpul komunikasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat melalui kerja jurnalistik yang terorganisir. Kehadirannya memperkuat posisi pers sebagai penghubung informasi yang kredibel dan cepat.
Dalam peresmian yang dihadiri jajaran Forkopimda Mojokerto Raya, anggota DPRD kabupaten dan kota, instansi vertikal, pelaku usaha, serta organisasi media tersebut, Ketua MC Mojokerto, Moh Safiuddin, menyampaikan ihwal berdirinya MC yang lahir dari proses panjang dan tidak mudah.
Ia menjelaskan, gagasan pembentukan MC mulai tumbuh sejak beberapa tahun silam, saat para jurnalis merasakan kebutuhan akan ruang bersama yang representatif. Selama ini, wartawan lintas platform bekerja secara terpencar tanpa pusat koordinasi yang jelas.
“MC ini bukan hasil kerja semalam. Prosesnya panjang, dimulai dari kebutuhan sederhana teman-teman wartawan untuk punya tempat bersama,” ujar Safiuddin.
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan bersama lintas elemen hingga akhirnya MC berdiri sebagai ruang kerja kolaboratif yang menaungi jurnalis media cetak, online, televisi, dan radio.
Dalam perjalanannya, bangunan MC sebelumnya sempat ambruk saat awal musim hujan. Kondisi itu membuat wartawan harus berpindah-pindah tempat bekerja, termasuk ke warung kopi.
“Dulu, saat awal musim penghujan, bangunan MC sebelumnya ambruk. Akibatnya, teman-teman wartawan terpaksa melipir dan bekerja di warkop sambil menunggu perbaikan,” katanya.
Safiuddin menegaskan MC merupakan wadah profesi jurnalis yang menghimpun insan pers lintas platform secara kolektif dan setara.
“Di sini semua punya peran. Saya mungkin hanya ketua secara administrasi. Secara nyata, kita semua adalah pemimpin di tempat ini,” ucapnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat meski cuaca cukup terik. Tamu undangan dari berbagai sektor hadir, mulai unsur TNI-Polri, penyelenggara pemilu, organisasi olahraga, hingga perwakilan dunia usaha.
Panitia menutup kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan hingga peresmian Media Center Mojokerto.(one)



