Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeUncategorizedNing Ita Ingatkan Warga Waspada Nyamuk Biang DBD, Ini Alasannya

Ning Ita Ingatkan Warga Waspada Nyamuk Biang DBD, Ini Alasannya

Mojokerto-(satujurnal.com)
Nyamuk Aedes aegypti biang utama Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengintai di genangan air jernih sekitar pemukiman Kota Mojokerto, meski musim hujan telah berkurang. Peringatan keras ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau langsung pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terintegrasi di Kelurahan Miji, Jumat (8/5/2026).

Ning Ita, sapaan karib wali kota, menekankan, kewaspadaan tidak boleh kendor, karena nyamuk berwarna hitam-belang dengan pola aktif menggigit pagi dan sore hari ini mampu berkembang biak bahkan dalam wadah kecil seperti vas bunga atau ban bekas.

“Kita tidak boleh lelah karena kepedulian masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumahnya sendiri harus terus didorong,” pesannya di hadapan kader kesehatan dan warga yang turut serta dalam aksi bersih-bersih.

Ia mengingatkan, angka bebas jentik menjadi salah satu indikator utama dalam program “RT Berseri”, sebuah inovasi lokal yang menilai kebersihan, keindahan, dan kemandirian kesehatan setiap rukun tetangga di Kota Mojokerto.

Nyamuk Aedes aegypti memiliki ciri khas: tubuh hitam dengan bercak putih pada kaki dan badan, bersifat antropofilik (lebih suka menggigit manusia), dan melakukan multiple feeding, satu nyamuk bisa menggigit beberapa orang dalam waktu singkat. Tempat favoritnya berkembang biak di air jernih yang tertampung diam seperti
bak mandi, talang air, ember, hingga botol plastik bekas. Karena itu, pencegahan efektif hanya bisa dilakukan melalui gerakan 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat-rapat, Mendaur ulang barang bekas, plus menggunakan obat nyamuk, kelambu, atau tanaman pengusir nyamuk seperti lavender atau serai.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga menyebut, pemerintah pusat telah meluncurkan Gerakan Indonesia Asri, yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah melaksanakan kerja bakti setiap Jumat.

“Kalau instansinya saja kerja bakti, masa masyarakat tidak mau? Ini harus gotong royong bersama menjaga lingkungan tetap bersih, aman, sehat, dan indah,” katanya menggugah semangat warga.

Langkah ini diharapkan menciptakan budaya kolektif melawan sarang nyamuk, bukan hanya tanggung jawab petugas semata.

Melalui PSN terintegrasi, Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan penurunan signifikan kasus DBD dan penyakit berbasis lingkungan lainnya. Kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa titik-titik potensial perkembangan jentik menjadi kunci keberhasilan.

Dengan sinergi antara kader kesehatan, perangkat kelurahan, dan partisipasi aktif warga, Kota Mojokerto bertekad menjadi kota bebas DBD , dimulai dari halaman rumah, berakhir di komunitas yang sehat dan tangguh.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular