Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangPolisi Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Jombang, Pasangan Masih Pelajar

Polisi Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Jombang, Pasangan Masih Pelajar

Jombang-(satujurnal.com)
Misteri pembuangan bayi perempuan baru lahir di teras rumah warga Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa ibu kandung dari bayi malang tersebut adalah seorang siswi kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berstatus di bawah umur, sementara ayah biologisnya merupakan pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kapolsek Jogoroto, AKP M. Djulan, S.H., membenarkan identitas kedua orang tua bayi telah mengarah ke titik terang setelah pihak keluarga mendatangi lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan tempat bayi dirawat. Pasangan muda ini diketahui melakukan hubungan di luar nikah dan melahirkan secara diam-diam tanpa bantuan medis, sebelum akhirnya membuang sang buah hati di halaman rumah warga lain di wilayah berbeda.

Berdasarkan hasil penyelidikan, remaja perempuan pelaku berasal dari wilayah Sumobito, Jombang. Ia berhasil menyembunyikan kondisi kehamilannya dari orang tua selama berbulan-bulan. Sehari-hari, pelaku tetap beraktivasi normal, mulai dari sekolah pagi hingga sore, dilanjutkan dengan kegiatan mengaji. Orang tua pelaku sempat curiga dan ingin memeriksakan kondisi fisik anaknya, namun selalu ditolak oleh sang anak.

Kronologi peristiwa bermula pada Minggu malam (17/5/2026) sekitar pukul 24.00 WIB. Pelaku melahirkan bayinya secara mandiri di belakang sebuah rumah kosong milik kerabatnya di kawasan Sumobito. Usai persalinan tanpa bantuan tenaga medis itu, bayi tersebut langsung dibawa dan diletakkan di teras rumah saksi bernama Kasdolah di Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, pada Senin (18/5/2026) dini hari.

Aksi nekat ini terbongkar setelah pelaku mengalami pendarahan hebat pasca-melahirkan. Kondisi ini memaksa pihak keluarga mengetahui kejadian sebenarnya. Setelah didesak oleh orang tuanya, mereka berupaya mencari kembali bayi yang telah dibuang. Keluarga sempat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembuangan pada Senin pagi sekitar pukul 10.30 WIB, sebelum akhirnya diarahkan menuju Puskesmas Mayangan tempat bayi dievakuasi.

Sebelumnya, bayi ditemukan hidup dalam kondisi menangis keras dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel utuh. Penemuan ini bermula saat pemilik rumah, Kasdolah (45), mendengar tangisan bayi sekitar pukul 00.30 WIB.

“Saat dicek, saksi mendapati seorang bayi yang masih hidup berada di lantai halaman depan rumahnya. Bayi tersebut dalam kondisi terbungkus kain berwarna putih,” ujar AKP M. Djulan dalam keterangan resminya sebelumnya.

Saat ini, sang ibu tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mayangan bersama dengan bayinya yang dinyatakan sehat. Orang tua pelaku juga terpantau mendampingi di puskesmas untuk memberikan dukungan moral dan penanganan lebih lanjut.

Mengingat kedua pelaku utama masih berstatus anak di bawah umur, Unit Reskrim Polsek Jogoroto tidak akan menahan mereka di sel tahanan umum. Pihak kepolisian segera melimpahkan penanganan perkara ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke unit PPA,” pungkas Kapolsek. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular