Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk ancaman provokasi kelompok anarko yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan warga.
Kelompok Anarko merujuk pada kelompok atau kolektif individu yang menganut paham anarkisme, yakni filsafat politik yang menolak segala bentuk otoritas, hierarki, negara, dan kapitalisme. Dalam sejumlah kasus di berbagai daerah, kelompok ini kerap dikaitkan dengan aksi provokasi maupun gerakan massa yang berujung gangguan ketertiban umum.
Peringatan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri sosialisasi peningkatan kewaspadaan Satlinmas terhadap potensi gangguan keamanan dan ketenteraman masyarakat di Pendapa Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (26/5/2026).
Dalam arahannya, Ning Ita menegaskan menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Kota Mojokerto menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Karena itu, Satlinmas diminta memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, serta Satpol PP untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Panjenengan semua adalah warga di lingkungan itu sendiri, sehingga paling memahami kondisi wilayah masing-masing. Karena itu Satlinmas harus bersinergi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan keamanan,” katanya.
Menurut Ning Ita, kondusivitas Kota Mojokerto selama ini dapat terjaga berkat kolaborasi antara TNI, Polri, Satpol PP, intelijen, serta dukungan masyarakat. Meski demikian, ia meminta kewaspadaan tetap diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu maupun provokasi dari luar daerah.
Ia juga meminta kegiatan ronda lingkungan dan pos kamling terus diaktifkan secara berkelanjutan. Selain menjaga keamanan lingkungan, langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kebakaran, bencana, hingga tindak kriminalitas.
“Potensi ancaman itu bukan hanya gangguan ketertiban, tetapi juga bisa berupa kebakaran maupun bencana lainnya. Karena itu ronda lingkungan tetap harus aktif,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Ning Ita turut mengingatkan pentingnya pendekatan humanis yang dilakukan Satlinmas kepada masyarakat. Kehadiran Satlinmas di lingkungan, kata dia, harus mampu menciptakan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan warga.
Selain itu, Satlinmas di Kota Mojokerto juga diminta sigap menghadapi situasi darurat dengan memanfaatkan layanan call center 112 milik Pemkot Mojokerto yang beroperasi selama 24 jam.
“Kalau ada kondisi darurat apa pun, baik kebakaran, ambulans, atau bantuan lainnya, segera hubungi call center 112,” pungkasnya.(one/hms)



