Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoKampung Bersinar Digencarkan, Balongsari Didorong Keluar dari Status Siaga Narkoba

Kampung Bersinar Digencarkan, Balongsari Didorong Keluar dari Status Siaga Narkoba

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kelurahan Balongsari, Kota Mojokerto, masuk kategori Siaga dalam pemetaan kawasan rawan narkoba yang disusun Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Republik Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat gerakan lingkungan bersih dan antinarkoba melalui Program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Status tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau kerja bakti lingkungan dan sosialisasi Program Kampung Bersinar di Kelurahan Balongsari, Jumat (29/5/2026).

“Kalau sudah kategori siaga, artinya kita semua harus waspada. Jangan sampai anggota keluarga kita menjadi korban berikutnya,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Kategori Siaga merupakan salah satu tingkatan dalam pemetaan kawasan rawan narkoba yang disusun secara kolaboratif oleh BNN dan Polri. Status ini menunjukkan wilayah tersebut memiliki indikasi potensi penyebaran narkoba, terdapat pengguna pemula, serta rentan dimasuki jaringan pengedar sehingga memerlukan pengawasan ketat dan intervensi dini.

Dalam hierarki pemetaan BNN, tingkat kerawanan kawasan dibagi menjadi empat kategori, yakni Bahaya (zona merah), Waspada (zona oranye), Siaga (zona kuning), dan Aman (zona hijau).

Wilayah berstatus Siaga umumnya ditandai dengan adanya sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba, kerentanan geografis karena berdekatan dengan kawasan rawan, serta mulai melemahnya kontrol sosial masyarakat.

Menurut Ning Ita, ancaman narkoba dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Karena itu, peran aktif warga menjadi faktor penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kalau menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Program Kampung Bersinar terus diperkuat melalui keterlibatan warga, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lingkungan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan sosial sekaligus menekan potensi peredaran narkoba.

Selain penguatan ketahanan sosial, Pemerintah Kota Mojokerto juga mendorong ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan greenhouse budidaya melon dan tanaman toga di Balongsari.

“Harapannya Balongsari bisa menjadi kampung wisata petik melon sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” kata Ning Ita.

Ia menambahkan, kerja bakti rutin setiap Jumat menjadi salah satu upaya membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan bebas dari ancaman narkoba sekaligus mendukung program Indonesia Asri.

Melalui keterlibatan aktif warga, Pemkot Mojokerto berharap perlindungan lingkungan dapat semakin kuat serta mampu mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular