Tuesday, October 6, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoWaspadai TBC, Ning Ita Ajak Warga Kota Mojokerto Aktif Temukan Kasus Sejak...

Waspadai TBC, Ning Ita Ajak Warga Kota Mojokerto Aktif Temukan Kasus Sejak Dini

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak warga lebih peduli terhadap penyakit menular tersebut dan aktif membantu menemukan kasus TBC sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Ajakan itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan Radiasi Pemula (Rapat Koordinasi Atasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya) di Kelurahan Pulorejo, Kota Mojokerto, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti LPM, kader motivator kesehatan, kader TBC, PKK, TNI-Polri, Pokja Kelurahan Sehat, ketua RT, serta tokoh masyarakat.

Menurut Ning Ita, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena dapat menular melalui udara apabila tidak segera ditangani. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menemukan penderita lebih awal sekaligus mendampingi proses pengobatan hingga tuntas.

Ia menilai masih ada warga yang merasa takut atau malu ketika mengalami gejala TBC sehingga enggan memeriksakan diri. Padahal, deteksi dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

“TB bukan aib dan tidak perlu disembunyikan. Kalau ada yang sakit, justru harus segera diperiksa dan diobati sampai tuntas agar tidak menular ke keluarga maupun orang di sekitar,” kata Ning Ita.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Pemkot Mojokerto kini telah memiliki alat rontgen portabel atau portable X-ray. Alat tersebut dapat dibawa ke berbagai lokasi dan dimanfaatkan untuk pemeriksaan warga di puskesmas maupun tingkat kelurahan.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan skrining TBC sehingga warga yang berisiko dapat segera diperiksa tanpa harus menunggu lama.

Ning Ita juga meminta para ketua RT, kader kesehatan, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat berperan aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya deteksi dini TBC.

Selain penderita, anggota keluarga yang tinggal serumah juga didorong menjalani pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting karena kontak erat dalam satu rumah memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit.

“Penanganan TB tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Butuh dukungan semua pihak. Kalau masyarakat sehat, anak-anak bisa belajar dengan baik, warga bisa bekerja dengan nyaman, dan kehidupan menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular