Jombang-(satujurnal.com)
Sebanyak 2.000 santri dan alumni lintas negara berkumpul di Jombang untuk mengikuti Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka langsung agenda besar ini di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Senin (29/6/2026).
Pembukaan perkemahan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, tokoh masyarakat, serta para pengasuh Pondok Pesantren Gadingmangu.
Dalam arahannya, Gibran menegaskan Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada 2030–2045. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sejak dini melalui pendidikan karakter, akhlak, serta peningkatan kualitas diri.
Ia mendorong generasi muda memiliki wawasan luas, karakter kuat, sikap religius, dan kemampuan mandiri, termasuk di bidang kewirausahaan. Menurutnya, bekal tersebut menjadi modal penting untuk membawa Indonesia semakin maju.
Gibran juga mengingatkan peserta agar lebih bijak menyikapi arus informasi di era digital. Generasi muda diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Bangsa ini membutuhkan stabilitas. Jangan mudah percaya hoaks, karena pembangunan tidak akan berjalan baik apabila masyarakat terpecah belah,” ujar Gibran.
Agenda tahunan yang diinisiasi Pondok Pesantren Gadingmangu ini berlangsung selama lima hari, mulai 28 Juni hingga 2 Juli 2026 dengan mengusung tema “Memperkuat Karakter Pemuda Profesional, Religius dan Berazaskan Pancasila Memperkokoh Eksistensi Bangsa di Bawah Naungan NKRI.”
Selama kegiatan, peserta akan mengikuti pembinaan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dakwah, serta pemahaman hukum.
Ketua Panitia Permata CAI 2026, H. Achmad Fawwaz Abd Aziz, mengatakan kehadiran Wakil Presiden menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat semangat kebangsaan.
Ia menjelaskan pembinaan selama perkemahan diarahkan untuk membentuk generasi muda yang religius, mandiri, berintegritas, memiliki jiwa patriotik, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia profesional yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.(suf)



