Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoRakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis, Dorong Penguatan Fiskal hingga Transformasi...

Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis, Dorong Penguatan Fiskal hingga Transformasi Digital

Medan-(satujurnal.com)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menghasilkan 10 rekomendasi strategis yang akan diajukan kepada pemerintah pusat sebagai masukan penyusunan kebijakan nasional. Rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam sidang pleno penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan, Kamis (2/7/2026), setelah melalui rangkaian pembahasan berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah kota di Indonesia.

Sepuluh rekomendasi yang disepakati mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, penataan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), penguatan tata kelola program strategis nasional, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, penataan ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan kepastian hukum, serta pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota berkelanjutan.

Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan rekomendasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi pemerintah kota dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Rekomendasi ini lahir dari kebutuhan riil yang dihadapi pemerintah kota. Kami berharap hasil Rakernas dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan yang semakin mendukung daerah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita.

Menurutnya, tantangan pembangunan perkotaan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

“Melalui APEKSI, semangat kolaborasi harus terus diperkuat. Kota yang tangguh bukan hanya memiliki pembangunan fisik yang baik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Rakernas XVIII APEKSI mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” dan berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Forum tersebut membahas beragam agenda strategis, mulai dari penguatan keuangan daerah, pembangunan infrastruktur, digitalisasi pelayanan pemerintahan, ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain sidang utama, Rakernas juga diramaikan sejumlah forum tematik, di antaranya Youth City Changers, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, serta Indonesia City Expo. Hasil pembahasan dari seluruh forum kemudian dirumuskan dan disahkan sebagai rekomendasi bersama pemerintah kota se-Indonesia.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular