Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalKota MojokertoKota Mojokerto Genjot Eliminasi TBC Lewat Skrining Keliling dan Pengobatan Tuntas

Kota Mojokerto Genjot Eliminasi TBC Lewat Skrining Keliling dan Pengobatan Tuntas

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memperluas layanan skrining tuberkulosis (TBC) menggunakan portable X-Ray sebagai strategi mempercepat penemuan kasus dan menekan penyebaran penyakit menular tersebut. Masyarakat didorong aktif mengikuti pemeriksaan agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan hingga tuntas.

Program deteksi dini itu dilaksanakan secara bergilir di seluruh kelurahan dengan melibatkan kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah juga menyiapkan penambahan perangkat portable X-Ray dan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan tenaga radiologi sehingga cakupan layanan semakin luas.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menilai keberhasilan pengendalian TBC sangat bergantung pada kesediaan masyarakat menjalani skrining. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang pasien sembuh sekaligus memutus rantai penularan.

“Yang paling penting masyarakat mau mengikuti skrining. Dengan begitu kita bisa menemukan kasus lebih cepat, memberikan pengobatan sampai tuntas, dan bersama-sama menekan penyebaran TBC di Kota Mojokerto,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita saat kegiatan penguatan penanggulangan TBC di Kelurahan Surodinawan, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Karena itu, upaya eliminasi penyakit tersebut memerlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, institusi pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, media massa, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Ning Ita juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan. TBC, katanya, bukan penyakit yang harus disembunyikan karena dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin selama enam bulan.

“Penyakit bukan aib. Yang penting mau diperiksa dan menjalani pengobatan sampai sembuh. Semakin banyak masyarakat yang ikut skrining, semakin besar peluang kita menurunkan angka TBC di Kota Mojokerto,” katanya.

Ia berharap kader kesehatan dan kader PKK terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC. Dengan deteksi dini yang semakin luas dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Mojokerto optimistis target penurunan kasus TBC dapat dicapai secara bertahap.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular