Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru penyalahgunaan narkotika yang kini semakin beragam dan menyasar anak-anak hingga remaja. Edukasi kepada masyarakat terus diperkuat melalui Program Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) yang dilaksanakan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.
Peringatan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan Korve Indonesia Asri yang dirangkaikan dengan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Taman Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan diawali dengan Bike to Work dari Rumah Rakyat menuju lokasi. Setibanya di Taman Suromulang, Ning Ita bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi (Cak Sandi), Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Damar Bastiar, Sekda Mojokerto Gaguk Tripraseto serta jajaran Pemkot Mojokerto mengikuti kerja bakti membersihkan kawasan taman.
Dalam sosialisasi tersebut, Ning Ita menegaskan perkembangan bentuk dan cara peredaran narkoba menuntut masyarakat, terutama para orang tua, lebih peka terhadap ancaman yang mengintai keluarga.
“Saat ini bentuk narkoba terus berkembang. Ada yang dicampurkan ke cairan vape hingga permen yang menyasar anak-anak. Karena itu tugas kita adalah membentengi keluarga, menjaga anak-anak, dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, Program Kampung Bersinar menjadi salah satu upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Mojokerto bersama BNN Kota Mojokerto untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat kelurahan. Program tersebut dilaksanakan secara bergilir sehingga edukasi dapat menjangkau seluruh masyarakat.
Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi P4GN merupakan implementasi berbagai regulasi yang mengamanatkan pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui kolaborasi lintas sektor.
Ning Ita juga menyoroti tingginya kasus narkotika yang mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan di Kota Mojokerto. Kondisi tersebut menjadi alarm agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman peredaran narkoba.
“Sekitar 80 persen penghuni Lapas Kelas IIB Kota Mojokerto merupakan kasus narkoba. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan. Peran masyarakat sangat penting untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai berbagai jenis narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, modus peredaran terbaru, hingga mekanisme pelaporan kepada BNN apabila menemukan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Korve Indonesia Asri merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Mojokerto yang digelar setiap Jumat. Kegiatan diawali dengan Bike to Work dan dilanjutkan kerja bakti sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan.(one/hms)



