Mojokerto-(satujurnal.com)
Ada kehangatan yang sulit disembunyikan di Taman Kehati, Kota Mojokerto, Jumat (31/7). Di balik langkah-langkah santai ratusan peserta jalan sehat, terselip sapaan akrab, jabat tangan yang lama tak bersua, dan senyum yang menyimpan perjalanan panjang. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertemu kembali dengan mereka yang pernah menjadi bagian penting dari denyut birokrasi kota ini.
Sebagian besar pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Mojokerto bukanlah nama asing dalam perjalanan pemerintahan daerah. Mereka pernah memimpin dinas, badan, hingga perangkat daerah strategis. Di masa aktifnya, mereka ikut menyusun kebijakan, membangun pelayanan publik, dan meletakkan fondasi birokrasi yang kini diteruskan oleh generasi berikutnya.
Peringatan HUT ke-64 PWRI menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan dua generasi pengabdi birokrasi. Jalan sehat yang diikuti sekitar 400 peserta itu menghadirkan kembali kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Jabatan boleh berganti, tetapi rasa memiliki terhadap Kota Mojokerto tetap hidup.
Kedekatan itu terasa alami. Wali Kota Mojokerto dua periode itu menyapa para senior birokrasi bukan sebatas kepala daerah kepada warga, melainkan sebagai penerus estafet pengabdian yang pernah mereka bangun bersama. Di antara percakapan ringan dan tawa yang pecah sesekali, tampak ikatan emosional yang tak lekang oleh masa purnatugas.
Tanpa kontribusi para aparatur yang kini berhimpun dalam PWRI, wajah birokrasi Kota Mojokerto tidak akan tumbuh seperti sekarang. Mereka mungkin telah meninggalkan ruang kerja, tetapi pengalaman, nilai, dan dedikasi yang diwariskan tetap menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan.
Ning Ita, sapaan karib Wali Kota Ika Puspitasari, mengucapkan selamat ulang tahun kepada PWRI Kota Mojokerto. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, terus bertambah anggotanya, serta tetap menjaga semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Selamat HUT ke-64 PWRI. Semoga semakin kompak, semakin solid, dan tetap memiliki semangat merah putih meski telah memasuki masa purna tugas,” ujarnya.
Menurut Ning Ita, berbagai aktivitas yang rutin dilakukan PWRI, mulai dari senam, jalan sehat, silaturahmi hingga kegiatan sosial, bukan hanya menjaga kebugaran fisik para lansia, tetapi juga memperkuat kualitas hidup mereka. Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Mojokerto meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.
“Kegiatan yang membuat para lansia tetap aktif bergerak, menjaga silaturahmi, dan berbagi kepada sesama akan mendukung peningkatan usia harapan hidup masyarakat Kota Mojokerto. Semoga para anggota PWRI tetap sehat, produktif, dan panjang umur,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan sejumlah agenda rutin Pemerintah Kota Mojokerto setiap hari Jumat, seperti kerja bakti Program Indonesia Asri, Bike to Work bagi aparatur sipil negara, serta Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) bersama Badan Narkotika Nasional.
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Mojokerto Irfan Soegijanto mengatakan, peringatan HUT ke-64 tahun ini sengaja dikemas sederhana melalui jalan sehat agar dapat diikuti lebih banyak masyarakat. Mengusung tema Satu Tekad, Satu Semangat Memperkuat Solidaritas Menuju Lansia Sejahtera, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengajak para lansia tetap aktif.
“Kami ingin HUT PWRI menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan semangat hidup sehat bagi para lansia. Karena itu kami memilih kegiatan jalan sehat yang dapat dinikmati bersama masyarakat,” ujar Irfan.
Bagi para anggota PWRI, masa purnatugas tidak mengakhiri pengabdian. Yang berubah hanyalah ruang berkarya, sementara semangat menjaga silaturahmi, berbagi pengalaman, dan menyaksikan birokrasi terus bertumbuh tetap terpelihara. Kegiatan pagi tadi menjadi pengingat bahwa ikatan kebersamaan para pengabdi birokrasi dapat terus hidup, bahkan ketika jabatan telah lama ditinggalkan. (one/hms)



