Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangPanas Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Gus Salam Ungkap Dugaan Intimidasi hingga Pemukulan...

Panas Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Gus Salam Ungkap Dugaan Intimidasi hingga Pemukulan Muktamirin

Jombang-(satujurnal.com)
Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mendadak memanas setelah insiden dugaan kekerasan fisik menimpa seorang pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Peristiwa pemukulan yang berujung laporan ke Polres Jombang ini dipicu oleh penolakan korban mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) terkait penggunaan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, Sabtu (29/8/2026).

Calon Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), mengonfirmasi bahwa korban telah menjalani pemeriksaan medis serta visum untuk melengkapi laporan kepolisian. Peristiwa penganiayaan di bagian wajah kiri tersebut menjadi titik nadir dari maraknya dugaan intimidasi struktural, tekanan mental, hingga praktek karantina muktamirin yang dinilai merusak marwah permusyawaratan tertinggi warga nahdliyin.

Eskalasi ketegangan bermula dari tajamnya perbedaan pandangan di arena Muktamar antara pendukung mekanisme pemilihan langsung (voting) dan sistem Ahwa. Di tengah kebuntuan tersebut, oknum pimpinan PWNU diduga melakukan pemaksaan kehendak terhadap utusan daerah.

Salah satu pengurus PCNU yang menolak tunduk pada arahan sistem Ahwa menjadi korban penganiayaan fisik di wilayah Jombang, hingga akhirnya mendatangi tim Gus Salam dan melapor ke Polres Jombang pada Sabtu..

Selain tindak kekerasan fisik, sejumlah muktamirin dari utusan PCNU, PWNU, hingga PCINU luar negeri dilaporkan mengalami tekanan psikologis akibat dugaan tindakan karantina oleh pihak-pihak tertentu. Langkah isolasi peserta yang disertai manuver politik dinilai telah menguras stamina mental dan memicu keprihatinan mendalam dari para kiai sepuh serta masyayikh.

Gus Salam menegaskan, tindakan kekerasan di forum keagamaan merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan patut dikecam keras.

“Ada salah satu teman kami dari daerah yang itu mengalami kekerasan oleh PWNU-nya, dan juga sudah dilaporkan ke polisi, Polres Jombang. Sebabnya karena mereka tidak mengikuti arahan Ahwa oleh PWNU-nya,” ujar Gus Salam kepada wartawan.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar tersebut mengungkapkan bahwa korban dipukul di bagian wajah sebelah kiri dan telah diproses secara hukum.

“Tadi malam datang ke sini, dan ini tadi sudah visum. Dan kejadian ini patut dikecam. Ada kekerasan di tengah-tengah muktamar ini sangat memprihatinkan. Dipukuli, itu pengurus PC, dan kejadiannya di Jombang. Untuk detailnya siapa dan dari mana kami belum bisa menjelaskan ke publik, tapi yang jelas ini sudah dilaporkan ke polisi,” tegasnya.

Gus Salam menilai dinamika yang terjadi sudah mencapai titik kritis yang mengancam keutuhan organisasi akibat tekanan konflik struktural.

“Akibat tekanan konflik tajam PBNU di daerah Muktamar, terdapat intimidasi struktural atas nama kuasa PBNU, kepanitiaan dan atau pejabat negara terjadi masif di Muktamar,” kata Gus Salam.

Ia menambahkan, praktik karantina dan tekanan berlebihan menciptakan beban trauma bagi para peserta muktamar.

“Karantina yang disertai dengan berbagai upaya-upaya yang tidak baik, yang dilakukan secara struktural dan berlebihan, tidak hanya menciptakan luka tapi juga membuat trauma dan juga membebani psikologis. Dan ini juga diketahui dan dirasakan oleh para masyayikh,” tuturnya.

Gus Salam menggarisbawahi komitmennya untuk membawa misi rekonsiliasi total demi mengembalikan khittah serta independensi Nahdlatul Ulama.

“Saya Abdussalam Shohib dalam muktamar ini tidak hanya diperintah masyayikh, kiai sepuh NU pesantren untuk berikhtiar menjadi pemimpin PBNU dengan cara santun dan beradab, juga berbenah untuk misi mengembalikan marwah NU, ulama serta melakukan rekonsiliasi total dalam khidmah berjamaah NU dan ber-NKRI,” pungkasnya.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular