Jombang-(satujurnal.com)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang langsung bergerak cepat merespons peristiwa dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di SMPN 1 Kabuh. Langkah konkret diambil dengan mengevaluasi ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik SPPG Mangunan, selaku penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Peristiwa pilu ini menimpa 259 warga SMPN 1 Kabuh pada Rabu (2/9/2026), setelah mereka mengonsumsi menu makan siang MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Tak berselang lama, tepat pukul 17.00 WIB, puluhan siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga diare secara bersamaan. Hingga kini, data Dinkes Jombang mencatat ratusan siswa terdampak, dengan tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan akibat gejala yang masih dirasakan.
“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” tegas dr. Hexawan Tjahja Widada, Kepala Dinkes Jombang, dalam penjelasannya kepada media , Jumat (4/9/2026).
Meski evaluasi menyeluruh terhadap standar higiene dan sanitasi dapur SPPG Mangunan tengah berjalan, Hexawan menggarisbawahi, tindakan ini bukan vonis bersalah.
“Kalau SOP-nya diikuti, SLHS-nya juga diikuti, mestinya tidak ada masalah,” imbuhnya.
Ia menekankan, fokus evaluasi Dinkes tak hanya menyasar proses pengolahan, namun juga sumber bahan baku. Petugas telah mengamankan dan mengirim sampel nasi, udang bumbu saus padang, sayuran, dan buah pepaya ke BBLK Surabaya. Tak luput, sampel air yang digunakan untuk memasak, yang diketahui berasal dari depot air isi ulang sekitar, turut diperiksa guna mengungkap tabir di balik musibah ini.
Terkait kemungkinan penghentian sementara operasional SPPG Mangunan, Hexawan menegaskan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk itu.Kewenangan suspend atau pemberhentian sementara sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Suspend itu hak sepenuhnya pihak BGN, bukan Dinas Kesehatan,” tandasnya.
Kini, Dinkes Jombang berfokus penuh pada penanganan siswa yang sakit, penelusuran mendalam sumber keracunan, serta mempercepat hasil laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi kunci penentuan langkah selanjutnya terhadap SPPG Mangunan dan evaluasi standar operasional dapur penyedia MBG di masa mendatang.(rial)



