Surabaya-(satujurnal.com)
Pengalaman puluhan tahun menulis biografi dituangkan Adriono dalam buku terbarunya berjudul Rahasia Praktisi Menulis Biografi. Buku tersebut hadir sebagai panduan praktis bagi masyarakat yang ingin menulis biografi, baik untuk orang lain maupun dirinya sendiri.
Adriono meluncurkan buku karya ke-25 itu di Surabaya, Selasa (8/9/2026) siang. Menurut dia, pengalaman lapangan sebagai penulis biografi perlu didokumentasikan agar dapat dipelajari dan dimanfaatkan orang lain.
“Saya berpendapat, pengalaman lapangan seperti ini tentu akan berguna jika dituangkan dalam bentuk buku. Sehingga dapat dipelajari orang lain, diadopsi, atau minimal dapat menginspirasi,” ujar Adriono.
Buku tersebut lahir dari kegelisahan Adriono melihat masih terbatasnya buku panduan praktis mengenai penulisan biografi. Padahal, genre biografi telah bertahan lintas zaman dan tetap memiliki pembaca.
Adriono merupakan mantan wartawan harian Surabaya Post dan Arek TV yang kemudian memilih menjadi penulis lepas. Selama puluhan tahun, dia menekuni profesi sebagai penulis atau writerpreneur dan telah menulis sedikitnya 14 buku biografi, baik secara mandiri maupun bersama tim.
Tokoh yang ditulisnya berasal dari berbagai latar belakang, mulai direktur, komisaris, akademisi, politisi, kepala daerah hingga menteri.
Adriono mengatakan, salah satu motivasi utama menulis buku tersebut adalah keinginan mengubah tacit knowledge atau pengetahuan yang tersimpan di dalam kepala menjadi pengetahuan tertulis yang dapat diwariskan.
“Ilmu pengetahuan yang masih mengendap di dalam batok kepala masing-masing orang akan musnah jika pemiliknya wafat. Oleh karena itu ilmu pengetahuan yang tersembunyi di kepala perlu dieksplisitkan, salah satunya dalam wujud buku,” katanya.
Sesuai judulnya, Rahasia Praktisi Menulis Biografi disusun dengan pendekatan praktis. Pembaca diajak memahami proses penulisan secara bertahap, mulai dari merangkai kata hingga menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.
Buku ini juga dilengkapi referensi teoritik yang relevan serta contoh konkret berdasarkan pengalaman Adriono di lapangan. Pengalaman kurang menyenangkan hingga berbagai kekonyolan yang pernah dialaminya turut dibagikan agar tidak kembali dilakukan oleh penulis lain.
Penulis nonfiksi yang telah memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP itu sebelumnya juga menerbitkan buku Terampil Menulis Renyah dan Bermakna pada 2021. Jika buku sebelumnya membahas keterampilan menulis secara umum, karya terbaru ini secara khusus membedah dunia penulisan biografi.(one)



