Tuesday, October 6, 2026
spot_img
HomeRegionalKota SurabayaArtSubs Uji Surabaya Jadi Medan Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia

ArtSubs Uji Surabaya Jadi Medan Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia

Surabaya-(satujurnal.com)
Surabaya didorong membangun posisi yang lebih kuat dalam peta seni rupa kontemporer Indonesia melalui ArtSubs 2026. Gagasan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik ArtSubs di Auditorium Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin siang (14/9/2026), yang menghadirkan kurator Nirwan Dewanto, Hendra Himawan dari KBUSR, serta Guru Besar Seni Rupa Unesa Prof. Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn.

Dalam diskusi itu, Nirwan menilai tantangan Surabaya, seperti kota-kota metropolitan lainnya, adalah menghadirkan pameran seni rupa yang berkualitas, relevan dan mampu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai situasi serta berbagai peristiwa yang sedang berlangsung. ArtSubs kemudian ditempatkan sebagai salah satu upaya memperluas ruang perjumpaan antara karya seni, seniman dan publik.

Nirwan mencontohkan Yogyakarta yang memiliki ArtJog sebagai salah satu peristiwa penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia. Menurut dia, perjalanan ArtJog sekaligus memperlihatkan masih adanya ruang yang dapat dikembangkan untuk memperluas penyampaian pengetahuan dan pendidikan melalui seni rupa.

Di titik tersebut, ArtSubs hadir dengan ambisi memperkaya ruang pajang dan memperluas ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia yang selama ini cenderung terkonsentrasi di sejumlah kota seperti Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Surabaya dinilai memiliki kapasitas dan ekosistem sendiri untuk mengambil peran lebih besar. Kota metropolitan ini telah memiliki seniman, komunitas, akademisi dan berbagai aktivitas seni yang dapat menjadi modal untuk membangun medan seni rupa yang lebih kuat.

ArtSubs sendiri merupakan pameran seni rupa kontemporer yang sekaligus membuka ruang untuk mendefinisikan kembali makna seni kontemporer. Perkembangan seni rupa saat ini tidak lagi terbatas pada seni lukis dan seni patung, tetapi telah merambah seni instalasi, performans, penggunaan benang, kayu, batu, logam, teknologi hingga pendekatan lintas disiplin.

Perluasan medium tersebut membuat seni kontemporer memiliki ruang yang semakin besar untuk merekam, mencerminkan dan menafsirkan kehidupan masyarakat. Persoalan sehari-hari, perubahan sosial, lingkungan, teknologi, identitas, ingatan hingga berbagai peristiwa di tengah masyarakat dapat menjadi sumber gagasan karya.

Dalam konteks itu, ArtSubs mencoba menjadi semacam moderator antara perupa dan masyarakat. Penyajian karya melalui display, tata ruang, hubungan antarkarya hingga pola pergerakan pengunjung dirancang sebagai bagian dari cara berkomunikasi dengan publik.

Karya yang dipilih juga tidak hanya dipertimbangkan dari aspek visual. Kompleksitas pemaknaan, proses kolaborasi, pencarian metodologi, eksperimen material, kebaruan pendekatan serta cara baru membaca kehidupan menjadi bagian dari perkembangan seni kontemporer.

“Di balik seluruh perkembangan tersebut tetap terdapat sosok penting yang menjadi sumber lahirnya karya: seniman. Profesi seniman adalah profesi yang berjuang untuk hidupnya sendiri. Karena itu, pameran bukan hanya berbicara tentang karya, tetapi juga tentang keberadaan seniman dan bagaimana ekosistem seni memberi ruang bagi mereka untuk terus bekerja, bereksperimen, dan berkembang,” tegas Nirwan, kurator yang lahir di Surabaya pada 28 September 1961.

Menurut dia, open call juga memiliki peran penting dalam memperluas ekosistem seni rupa. Mekanisme tersebut dapat membuka kesempatan bagi seniman baru yang selama ini belum memperoleh ruang tampil dalam pameran berskala besar.

Kehadiran seniman baru sekaligus memperkaya perspektif yang dibawa ke dalam pameran. Ekosistem seni rupa pun memiliki peluang untuk berkembang lebih luas dan tidak berhenti pada nama-nama yang telah dikenal publik.

Diskusi tersebut dibuka Wakil Dekan I FBS Unesa Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd. Sebelumnya, Program Manager ArtSubs 2026 Semi Ikra Anggara menyampaikan sambutan.

ArtSubs 2026 kemudian akan berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada 19 September hingga 8 November 2026. Pameran yang merupakan perpaduan antara biennale dan art fair ini diikuti 113 seniman, termasuk tujuh karya kolaborasi kelompok.

ArtSubs 2026 dikuratori Nirwan Dewanto dan Asmujo Irianto dengan tema “Border (Batas), Threshold (Ambang), dan Beyond (Seberang)”. Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk melihat kembali batas-batas dalam praktik seni kontemporer sekaligus posisi Surabaya dalam perkembangan seni rupa Indonesia.(one/sst)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular