Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoDari Kompetensi hingga Karier, 650 ASN Kota Mojokerto Masuk Pemetaan ProASN

Dari Kompetensi hingga Karier, 650 ASN Kota Mojokerto Masuk Pemetaan ProASN

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 650 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Mojokerto mengikuti profiling melalui Program ProASN selama tiga hari, 14–16 September 2026. Pemetaan ini menjadi bagian dari tahapan penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai jabatan fungsional hingga pelaksana atau staf. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto dengan pelaksanaan dua sesi setiap hari.

Profiling mencakup empat aspek utama, yakni kompetensi manajerial, kompetensi sosiokultural, literasi digital, serta preferensi karier. Hasil pemetaan tersebut akan melengkapi basis data ASN dalam sistem manajemen talenta.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan profiling bukan merupakan tujuan akhir. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan untuk mengisi komponen dalam sistem manajemen talenta yang tengah diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

“Ada kegiatan profiling ASN dalam rangka memenuhi tahapan terkait dengan manajemen talenta yang sudah kita expose beberapa waktu lalu di BKN Republik Indonesia. Jadi, bukan pada profilingnya, profiling itu adalah tahapan untuk mengisi komponen yang ada pada manajemen talenta,” jelas Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.

Menurut Ning Ita, penerapan manajemen talenta akan membantu Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam menata sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

“Manajemen talenta ini akan memudahkan bagi saya selaku PPK, Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam rangka menata SDM di internal Pemerintah Kota Mojokerto,” tuturnya.

Sebelum sistem tersebut diterapkan, proses pengisian jabatan tertentu, termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), membutuhkan keterlibatan pihak eksternal melalui panitia seleksi. Melalui manajemen talenta, Pemerintah Kota Mojokerto akan memiliki talent pool yang memuat pemetaan potensi dan kompetensi ASN.

“Dengan diterapkannya sistem meritokrasi atau manajemen talenta ini, kita akan memiliki talent pool. Ada satu sampai dengan delapan box yang sudah terisi. SDM-SDM yang unggul tentu harus masuk di box yang paling tinggi,” terangnya.

Talent pool tersebut nantinya menjadi basis data untuk proses kaderisasi di lingkungan pemerintahan. Pemerintah dapat memetakan kompetensi dan potensi setiap ASN sekaligus menentukan arah pengembangan sumber daya manusia secara lebih terarah.

“Kita akan punya basis data untuk kaderisasi di dalam organisasi pemerintahan ini. Siapa punya kompetensi apa, nanti akan kita kader pada jabatan apa. Kompetensinya bisa kita lihat dari talent pool melalui manajemen talenta ini,” kata Ning Ita.

Pemetaan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan karier ASN. Data potensi dan kompetensi yang terkumpul melalui talent pool akan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier sesuai ketentuan yang berlaku.

Ning Ita menilai sistem manajemen talenta membuka ruang bagi ASN untuk menunjukkan kompetensinya secara sehat. Kinerja dan potensi yang terpetakan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan karier menuju jenjang yang lebih tinggi.

“Ini adalah sebuah sistem yang dibangun oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi ASN berlomba-lomba secara sehat. Menunjukkan kompetensi yang dimiliki agar bisa menduduki jenjang karier yang lebih tinggi dengan berlomba secara sehat,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular