Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangUdang Saus Padang MBG Positif E. coli, Dinkes Jombang Sebut Jadi Biang...

Udang Saus Padang MBG Positif E. coli, Dinkes Jombang Sebut Jadi Biang Keracunan Massal di SMPN 1 Kabuh

Jombang-(satujurnal.com)
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengarah pada satu menu utama. Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang memastikan udang saus padang yang disajikan kepada siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam konsentrasi tinggi, yakni 120 CFU per gram.

Hasil uji laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang keluar Jumat (11/9/2026) mengungkapkan fakta mencengangkan. Udang saus padang positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dengan konsentrasi sangat tinggi, yakni 120 CFU per gram, sekaligus menunjukkan sampel udang saus padang memiliki kandungan E. coli paling tinggi dibandingkan sampel lain. Temuan tersebut menjadi dasar Dinkes Jombang menyatakan udang saus padang sebagai sumber keracunan yang dialami 259 warga sekolah.

Kepala Dinkes Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan bakteri paling tinggi ditemukan pada sampel udang saus padang.

“Paling agak lumayan di saus padang itu. Udang saus padang itu E. coli-nya,” kata Hexawan.

Saat ditanya mengenai sumber keracunan siswa pada Selasa (15/9/2026), Hexawan kembali menegaskan hasil pemeriksaan mengarah pada udang saus padang.

“Ya dari udang saus padang,” tegasnya.

Menurut Hexawan, E. coli semestinya tidak terdapat dalam makanan. Karena itu, temuan bakteri tersebut menjadi dasar penentuan sumber keracunan.

“Kalau makanan, E. coli itu harusnya negatif,” ujarnya.

Pemeriksaan laboratorium tidak hanya menemukan bakteri pada udang saus padang. Sampel nasi ditemukan mengandung Bacillus cereus, sedangkan sampel air yang digunakan di SPPG Mangunan juga terdeteksi E. coli.

“Di nasi itu ada Bacillus cereus. Kemudian airnya juga ada E. coli,” jelas Hexawan.

Sampel air tersebut berasal dari air yang digunakan di SPPG Mangunan, termasuk air galon isi ulang. Namun, konsentrasi bakteri pada sampel air tidak setinggi temuan E. coli pada udang saus padang.

Dinkes sebelumnya mengambil sejumlah sampel dari SPPG Mangunan untuk diperiksa di BBLK Surabaya. Sampel meliputi makanan yang dibagikan kepada siswa, air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan, serta makanan yang masih tersimpan di lokasi.

Temuan laboratorium juga dinilai sejalan dengan rentang waktu munculnya keluhan. Para siswa mengonsumsi MBG sekitar pukul 11.30 WIB, kemudian sejumlah siswa mulai mengalami diare, mual, dan sakit perut sekitar pukul 17.00 WIB.

“E. coli kan butuh waktu tiga jam, empat jam,” kata Hexawan.

Kasus tersebut bermula pada Rabu (2/9/2026), setelah siswa SMPN 1 Kabuh menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel-sawi putih-brokoli, dan pepaya.

Keluhan kemudian terus bertambah hingga data terakhir Dinkes Jombang mencatat 259 orang terdampak. Sebagian menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, sementara sebagian lainnya memilih menjalani pengobatan secara mandiri.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular