Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoSungai Ngotok Dibidik Jadi Lokasi Pemusatan Latihan Atlet Dayung Jatim

Sungai Ngotok Dibidik Jadi Lokasi Pemusatan Latihan Atlet Dayung Jatim

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sungai Ngotok di Kota Mojokerto berpeluang menjadi lokasi pemusatan latihan atlet dayung Jawa Timur untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Kondisi trek sekitar 2,5 kilometer yang relatif lurus dengan air tenang dinilai mendukung latihan maupun perlombaan.

Peluang tersebut disampaikan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto saat mengunjungi Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2026). Ali juga melihat langsung aktivitas latihan atlet dayung Kota Mojokerto di kawasan Sungai Ngotok.

“Di Kota Mojokerto ini banyak fasilitas untuk kegiatan olahraga, salah satunya Sungai Ngotok. Ke depannya tentunya bisa kita gunakan untuk latihan olahraga dayung,” kata Ali.

Menurut Ali, karakter Sungai Ngotok menjadi salah satu faktor yang mendukung pemanfaatannya sebagai arena dayung. Trek yang lurus, air relatif tenang, serta arus yang tidak terlalu deras dinilai cocok untuk latihan sekaligus perlombaan.

“Kita lihat treknya lurus, airnya tenang, arusnya juga tidak begitu kencang. Ini sangat ideal untuk lomba dayung,” terangnya.

Kodaeral V juga membuka peluang menjadikan Sungai Ngotok sebagai lokasi pemusatan latihan tim-tim dayung Jawa Timur. Pemanfaatan tersebut diarahkan untuk mendukung persiapan menghadapi Kejurnas maupun PON.

“Ibu Wali juga sudah mendukung. Misalkan nanti pemusatan latihan kita untuk kegiatan kejurnas maupun PON, Ibu Wali sudah bersedia menjadikan tempat ini untuk kita latihan tim-tim kita di Jawa Timur,” kata Ali.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan Pemkot Mojokerto siap bersinergi dengan Kodaeral V untuk mengembangkan Sungai Ngotok sebagai kawasan olahraga dayung.

“Kami ingin fasilitas yang sudah tersedia di Sungai Ngotok ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk atlet Kota Mojokerto, tetapi juga untuk pembinaan atlet di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Menurut Ning Ita, pengembangan Sungai Ngotok juga berkaitan dengan upaya menghidupkan kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM). Aktivitas latihan dan kejuaraan yang semakin sering digelar dinilai dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ketika nantinya semakin banyak kegiatan latihan maupun kejuaraan yang digelar di sini, tentu akan ada aktivitas ekonomi yang tumbuh. Ini menjadi peluang bagi UMKM dan masyarakat sekitar untuk ikut mengambil manfaat dari pengembangan kawasan,” katanya.

Sungai Ngotok sebelumnya telah menjadi lokasi sejumlah kegiatan olahraga dayung. Salah satunya Bahari Majapahit Dragon Boat Carnival yang diikuti tim-tim dayung dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sungai tersebut juga pernah menjadi arena Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jawa Timur. Ajang itu diikuti sekitar 350 atlet dari 12 kabupaten/kota.

Dengan karakter trek dan pengalaman penyelenggaraan sejumlah event, Sungai Ngotok kini berpeluang dikembangkan lebih jauh sebagai salah satu pusat latihan dayung di Jawa Timur, sekaligus memperkuat fungsi kawasan Taman Bahari Majapahit di Kota Mojokerto.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular