Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangKetika Media Datang, Bantuan pun Mengalir: Kisah Sultan, Bocah Perak yang Berjuang...

Ketika Media Datang, Bantuan pun Mengalir: Kisah Sultan, Bocah Perak yang Berjuang dengan Jantung Bocor

Di sebuah rumah sederhana di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, seorang bocah berusia 7 tahun terbaring lemah di pangkuan neneknya. Namanya Muhamad Nur Sultan. Tubuhnya tampak kurus, kulitnya sering membiru, dan setiap kali batuk, darah kerap keluar dari mulutnya.

Setiap hari, Sultan dirawat oleh sang nenek. Ibunya, Nur Azizah (34), harus bekerja sebagai buruh pabrik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Kalau sakit, kadang panas tinggi, batuk darah. Saya cuma bisa kasih obat dari puskesmas,” ujar sang nenek lirih.

Kondisi Sultan sempat dikira stunting karena tubuhnya yang kecil dan berat badan tak naik seperti anak seusianya. Namun, di balik itu, ada masalah lebih serius yang belum tertangani karena keterbatasan biaya.

“Kalau ke rumah sakit, biayanya besar sekali. Kami hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah,” tutur Nur Azizah.

Media Datang, Pemerintah Bergerak

Kabar tentang kondisi Sultan akhirnya menarik perhatian publik setelah diberitakan sejumlah media lokal. Foto-foto bocah lemah yang terbaring di rumah sederhana itu menggugah banyak pihak. Salah satunya Bupati Jombang, Warsubi. Usai menyambangi Sulton, Abah Warsubi, sapaan karib bupati,
langsung memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Jombang untuk turun tangan.

Menurut dr. Puji Umbaran, Direktur RSUD Jombang, pihaknya mendapat tugas dari Abah Bupati untuk menangani anak Sultan, baik urusan kesehatannya maupun kebutuhan jika nanti harus dilakukan tindakan operasi jantung.

Tim medis dari RSUD Jombang menjemput Sultan pada Senin pagi untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut dr. Umbaran, kondisi Sultan bukanlah stunting biasa.

“Anak Sultan memang tampak kurang gizi, tapi itu akibat dari kelainan jantung bawaan. Jadi bukan karena stunting murni, melainkan karena tubuhnya tidak bisa menyerap asupan dengan baik,” jelas dr. Umbaran.

Setelah pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, ditemukan bahwa Sultan mengalami kelainan jantung kompleks. Karena fasilitas di RSUD Jombang terbatas, ia dirujuk ke rumah sakit dengan perlengkapan lebih lengkap.

Tahap pertama, Sultan dibawa ke RS Siti Khotijah untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan alat echocardiography. Hasilnya memperkuat dugaan bahwa ia mengalami kebocoran pada bilik jantung dan memerlukan tindakan bedah khusus.

“Kami langsung koordinasi untuk merujuk Sultan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, karena di sana ada tim bedah jantung anak dan alat yang lebih lengkap,” tambahnya.

Perjalanan Panjang Menuju Kesembuhan

Proses rujukan tidak bisa dilakukan seketika. Tim medis memastikan kondisi gizi Sultan diperbaiki lebih dulu agar siap menjalani tindakan bedah. “Kita butuh waktu untuk mempersiapkan fisiknya. Ini bukan kasus sederhana,” jelas dr. Umbaran.

Kamis sore, ambulans 119 milik RSUD Jombang diberangkatkan membawa Sultan ke Surabaya. Di dalam ambulans, tim medis lengkap disiagakan untuk memastikan perjalanannya aman.

Sultan kini tengah menunggu giliran penanganan di RSUD dr. Soetomo, rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur.

Harapan di Tengah Ujian

Bagi Nur Azizah, kabar ini sudah cukup memberi kelegaan. “Saya cuma ingin anak saya sembuh. Selama ini cuma bisa pasrah dan berdoa,” ujarnya.

Di balik kesederhanaan rumahnya, doa dan harapan terus bergema. Di Temuwulan, nenek Sultan masih setia menunggu kabar dari Surabaya, sembari menjaga cucu yang lain.

Di tengah keterbatasan, kisah kecil dari Desa Temuwulan ini menjadi cermin bahwa perhatian publik dan gerak cepat pemerintah bisa memberi harapan baru bagi mereka yang nyaris tak terdengar suaranya.(Safrial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular