Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoJaga Harga Pangan, Pemkot Mojokerto Gelar Pasar Murah

Jaga Harga Pangan, Pemkot Mojokerto Gelar Pasar Murah

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggencarkan pasar murah sebagai langkah konkret menahan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. Program ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (18/11/2025) hingga Kamis (20/11/2025) di tiga kecamatan berbeda.

Gerakan ini dikawal langsung oleh Diskopukmperindag Kota Mojokerto yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Bulog, PLN serta koperasi kelurahan Kel Merah Putih. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan akses bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Jadwal pasar murah dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi bergantian: Selasa (18/11/2025) di Kantor Kecamatan Magersari, Rabu (19/11/2025) di halaman Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, dan Kamis (20/11/2025) di halaman Kantor Kecamatan Kranggan.

Berbagai komoditas pangan dijual, antara lain beras premium Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, minyakita Rp15.000/liter, gula pasir Rp16.000/kg, tepung terigu Rp10.000/kg, telur ayam ras Rp24.000/pak, bawang putih Rp7.000 per 250 gram, dan bawang merah Rp8.000 per 250 gram. Produk unggulan IKM/UMKM hingga produk koperasi Merah Putih juga disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Program pasar murah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, menyusul tren kenaikan harga yang mulai terasa dalam dua bulan terakhir. Kehadirannya diharapkan menjaga daya beli masyarakat, utamanya di lingkungan padat penduduk dan kelompok ekonomi rentan.

Pada hari kedua pelaksanaan, Wali Kota Ika Puspitasari meninjau langsung pasar murah di Kecamatan Prajuritkulon, Rabu (19/11/2025). Ia menyampaikan bahwa pasar murah kali ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang ditempatkan di Kota Mojokerto dengan dukungan 18 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).

Menurutnya, stabilitas inflasi Kota Mojokerto sejauh ini terkendali karena tiga aspek krusial berjalan baik, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan barang, dan kelancaran distribusi. “Semua KKMP menjual sembako dan produk UMKM kuliner, sehingga suplai aman,” ungkapnya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ning Ita menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah, tetapi kerja bersama Forkopimda, Bulog, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang rutin melakukan rapat setiap Senin. “Kalau ada potensi penimbunan atau ancaman lain, kami bergerak cepat bersama-sama,” tegasnya.

Meski wilayah Kota Mojokerto relatif kecil, Ning Ita menyebut hal tersebut justru menjadi keunggulan dalam pengawasan distribusi pangan.

“Sebenarnya tanpa pasar murah pun kami bisa memastikan sembako terkendali. Namun karena ini gerakan nasional, tentu kami mengikuti instruksi untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan stok aman, jalur distribusi lancar, dan pengawasan lintas sektor yang aktif, Pemkot Mojokerto meyakini masyarakat tidak perlu khawatir menjelang perayaan akhir tahun.(ank/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular