Sunday, October 11, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangPMTAS Tersendat, SMPN 4 Jombang Siapkan "Pawon Barokah" Jaga Nutrisi Siswa

PMTAS Tersendat, SMPN 4 Jombang Siapkan “Pawon Barokah” Jaga Nutrisi Siswa

Jombang-(satujurnal.com)
Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di Kabupaten Jombang terhenti sementara sejak 8 Juni 2026 akibat belum terealisasinya pencairan dana operasional dari pemerintah pusat. Penghentian distribusi berdampak pada ribuan penerima manfaat yang selama ini dilayani oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk sejumlah sekolah dan posyandu di wilayah Jombang.

Kepala SPPG Tambakrejo 7 Kabupaten Jombang, Ahmad Rifky Rosadi, mengatakan penghentian operasional dilakukan karena dana yang menjadi sumber pembiayaan distribusi makanan belum masuk ke rekening operasional. Saat ini pihaknya masih menunggu kepastian pencairan agar layanan dapat kembali berjalan normal.

“Karena dari pusat memang belum ada pencairan dana operasional, jadi kita masih menunggu pencairan dana operasional agar bisa beroperasi kembali,” ujar Rifky.

SPPG Tambakrejo 7 selama ini melayani sembilan sekolah dan dua posyandu dengan total 1.725 penerima manfaat. Akibat terhentinya operasional, distribusi makanan dihentikan dan relawan yang biasa bertugas untuk sementara tidak bekerja.

Menurut Rifky, kebutuhan bahan baku untuk operasional dapur mencapai sekitar Rp15 juta per hari. Sistem pendanaan yang diterapkan selama ini menggunakan mekanisme saldo virtual account yang akan diisi ulang secara otomatis ketika saldo berada di bawah batas tertentu.

“Ketika dana itu tidak cukup, kita berhenti operasional. Jadi tidak ada tunggakan dari BGN ke dapur. Dana yang tersedia hanya cukup untuk dua minggu operasional,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk kembali beroperasi selama satu periode atau dua minggu, dibutuhkan dana operasional sekitar Rp300 juta. Namun, yang terpenting saat ini adalah adanya pencairan dana agar distribusi dapat kembali dimulai.

“Yang penting ada uang operasional. Nanti kita bisa operasionalkan sesuai jumlah dana yang ditop-up oleh BGN,” ujarnya.

Sementara itu, penghentian distribusi PMTAS belum berdampak signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. PIC (Person in Charge atau Penanggung Jawab)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SMP Negeri 4 Jombang, Ita Rahayu, mengatakan mayoritas siswa tetap membawa bekal dari rumah seperti sebelum program berjalan.

“Hari ini masih berhenti distribusi mulai tanggal 8 kemarin. Katanya pencairan dana dari pusat belum cair, makanya diberhentikan sementara. Tapi tidak tahu sampai kapan,” kata Ita.

Untuk mengantisipasi kebutuhan siswa dari keluarga kurang mampu, sekolah menyiapkan program mandiri bernama “Pawon Barokah”. Program tersebut menjadi cadangan bantuan pangan bagi siswa yang membutuhkan selama distribusi PMTAS terhenti.

“Kalau dampak ke siswa sementara ini tidak ada, karena sebelumnya anak-anak juga membawa bekal sendiri. Untuk anak-anak yang kurang mampu, sekolah juga ada Pawon Barokah,” ujarnya.

Ita mengungkapkan sebagian besar siswa justru lebih menyukai makanan yang dibawa dari rumah dibanding menu MBG yang didistribusikan sekolah.

“Kalau dibandingkan dengan MBG, siswa lebih suka masakan rumah. Dalam arti lebih sehat, masakan orang tua sendiri,” katanya.

Baik Rifky maupun Ita menilai program MBG masih memerlukan evaluasi agar manfaatnya lebih tepat sasaran. Mereka berharap bantuan pangan dapat diprioritaskan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan dukungan nutrisi.

“Harapan kami perlu evaluasi MBG. Diperuntukkan untuk siswa-siswa yang kurang mampu saja. Karena ini juga masalah selera. Untuk anak-anak yang mampu biasanya kurang tertarik dengan menu-menu MBG,” ujar Ita.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular