Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeUncategorizedMojo Health Fest 2026: 23.300 Remaja Kota Mojokerto Jadi Fokus Edukasi Kesehatan...

Mojo Health Fest 2026: 23.300 Remaja Kota Mojokerto Jadi Fokus Edukasi Kesehatan Reproduksi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia melalui edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Langkah tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyakit Tidak Menular dan Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja yang digelar di MPP Gajah Mada, Jumat (12/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.

Kegiatan tersebut menjadi perhatian serius karena sekitar 23.300 jiwa atau 17 persen dari total penduduk Kota Mojokerto merupakan kelompok usia remaja. Besarnya populasi usia produktif itu dinilai menjadi modal sekaligus tantangan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan kesehatan reproduksi merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Tujuan nasional untuk mencetak SDM emas menuju tahun 2045 harus dimulai dari sekarang. Remaja-remaja kita harus sehat dalam reproduksinya. Karena kalau semuanya sehat reproduksinya, maka ke depan juga akan bisa melahirkan generasi-generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar wali kota yang akrab disapa Ning Ita.

Menurut Ning Ita, pembangunan kualitas manusia tidak hanya bertumpu pada sektor pendidikan, tetapi juga memerlukan kondisi kesehatan yang optimal sejak usia remaja. Kesadaran terhadap kesehatan reproduksi menjadi salah satu investasi jangka panjang untuk menekan berbagai risiko kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Dalam forum tersebut, Ning Ita
secara khusus menyoroti pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri yang dinilai berdampak domino terhadap
kemampuan konsentrasi, prestasi belajar, produktivitas, hingga kesehatan saat memasuki usia dewasa dan masa kehamilan.

Karena itu, Pemkot Mojokerto terus mendorong penguatan literasi kesehatan sejak dini agar para remaja memiliki pemahaman yang baik tentang pola hidup sehat, kesehatan reproduksi, serta pencegahan penyakit tidak menular.

Kegiatan ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, puskesmas, serta berbagai sekolah di Kota Mojokerto. Para peserta memperoleh materi mengenai kesehatan reproduksi, perilaku hidup sehat, dan langkah preventif menghadapi berbagai risiko kesehatan pada usia remaja.

Ning Ita berharap edukasi klinis dan praktis ini diharapkan mewujud menjadi kesadaran kolektif yang diterapkan dalam aktivitas keseharian secara konsisten, sehingga melahirkan generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan reproduksi.

“Anak-anak harus mulai paham sejak sekarang bagaimana menjaga kesehatan dirinya, termasuk kesehatan reproduksinya. Dari pemahaman itu, mereka nantinya dapat menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Pemkot Mojokerto berkomitmen terus mengawal program berbasis promotif-preventif ini agar angka morbiditas penyakit tidak menular dan gangguan reproduksi di Kota Mojokerto dapat ditekan secara signifikan. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular