Mojokerto-(satujurnal.com)
Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto mengambil langkah taktis dalam mengamankan stabilitas pasokan dan meredam gejolak harga komoditas pangan strategis. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi penyaluran minyak goreng subsidi merek MinyaKita di wilayah kerja institusi pangan tersebut telah menembus angka fantastis, yakni mencapai 810 ribu liter.
Langkah intervensi pasar berskala besar ini sengaja diambil untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Seluruh pasokan didistribusikan secara masif dan bertahap guna memastikan tidak terjadi kelangkaan barang di tingkat pedagang eceran maupun konsumen akhir.
Penyaluran komoditas ini difokuskan pada titik-titik krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk jaringan pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), pasar rakyat tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta Koperasi Kota Merah Putih (KKMP). Selain itu, pasokan juga dialirkan melalui toko pengecer, mitra Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai jaringan distribusi utama yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.
Pimpinan Cabang Perum BULOG Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan pencapaian volume penyaluran yang tinggi tersebut merupakan bukti konkret dari komitmen BULOG dalam mengawal ketahanan pangan nasional di tingkat regional. Eksistensi MinyaKita di pasar domestik sangat krusial untuk memberikan opsi pangan murah yang berkualitas bagi masyarakat.
“BULOG terus berupaya memastikan ketersediaan MinyaKita di seluruh wilayah kerja kami. Penyaluran yang telah mencapai 810 ribu liter ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Husin saat memberikan konfirmasi resmi mengenai kebijakan korporasi tersebut, Jumat (12/6/2026).
Strategi multi-saluran sengaja diterapkan dalam proses distribusi ini. Penggunaan platform digital seperti pasar SP2KP milik Kementerian Perdagangan RI mempermudah pemantauan data harga dan ketersediaan bahan pokok penting secara harian, sehingga potensi distorsi pasar dapat diantisipasi sejak dini. Melalui rantai pasok yang diperpendek ini, konsumen dipastikan memperoleh minyak goreng komersial program pemerintah tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
Manajemen BULOG Mojokerto secara periodik juga menerjunkan tim khusus untuk memonitor pergerakan instrumen harga dan ketersediaan stok riil di lapangan. Dengan ketersediaan cadangan pangan yang mumpuni serta komitmen distribusi berkelanjutan, BULOG optimistis gejolak harga komoditas minyak goreng dapat diredam secara optimal.
Keberhasilan program ini secara langsung berkontribusi positif pada skema pengendalian inflasi pangan yang menjadi fokus pemerintah.
Guna menciptakan dampak stabilitas ekonomi yang lebih komprehensif, BULOG Mojokerto mengombinasikan distribusi MinyaKita dengan program intervensi pasar lainnya. Secara simultan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta program Bantuan Pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terus digenjot di seluruh titik operasional.
Menatap sisa periode tahun berjalan, BULOG Mojokerto bersiap memperluas penetrasi pasar melalui penguatan sinergi lintas sektoral. Kolaborasi intensif bersama pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, serta asosiasi pelaku usaha pangan terus ditingkatkan. Langkah integratif ini diharapkan mampu menjamin seluruh bahan pokok tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat, sekaligus mengamankan ketahanan pangan di wilayah Mojokerto, Jombang dan sekitarnya secara berkelanjutan.(one/blg)



