Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoAlasan Pemkot Mojokerto Gencarkan Cabenisasi : Mudah Ditanam, Ampuh Tekan Inflasi

Alasan Pemkot Mojokerto Gencarkan Cabenisasi : Mudah Ditanam, Ampuh Tekan Inflasi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kemudahan budidaya di lahan sempit dan tingginya fluktuasi harga menjadi alasan Pemerintah Kota Mojokerto memilih cabai sebagai komoditas utama dalam Gerakan Cabenisasi. Melalui program tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Sosialisasi Gerakan Cabenisasi di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (9/7/2026).

Ning Ita menjelaskan, cabai dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat menghasilkan, dan dapat ditanam hampir seluruh warga perkotaan meski memiliki lahan terbatas. Karakteristik tersebut menjadikan cabai sebagai komoditas yang tepat untuk dikembangkan di seluruh kelurahan di Kota Mojokerto.

“Kita mengambil komoditas yang mudah, cepat, dan bisa dilakukan hampir seluruh warga perkotaan, yaitu cabenisasi. Dengan keterbatasan lahan pun masyarakat tetap bisa menanam dan hasilnya bermanfaat, apalagi cabai sering menjadi komoditas yang harganya fluktuatif,” kata Ning Ita.

Menurutnya, berbeda dengan tanaman pangan seperti padi atau jagung yang memerlukan lahan lebih luas, cabai tetap dapat tumbuh optimal di pekarangan rumah, pot, maupun lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, Gerakan Cabenisasi juga memberi manfaat bagi lingkungan. Semakin banyak tanaman di kawasan permukiman, semakin besar kemampuannya menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen.

“Kalau kegiatan ini dilakukan secara masif, akan sangat membantu menurunkan emisi gas rumah kaca. Udara menjadi lebih sehat karena tanaman membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap hari,” ujarnya.

Ning Ita mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk ditanami tanaman produktif maupun tanaman penghijauan selama belum digunakan oleh pemiliknya.

“Lebih baik lahan kosong dimanfaatkan untuk menanam. Selain membuat lingkungan menjadi hijau, hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap semangat warga Kelurahan Blooto dalam memanfaatkan pekarangan dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Mojokerto sehingga budaya menanam semakin meluas.

“Kalau contoh kebaikan ini dipublikasikan dan ditiru oleh lingkungan lain, insyaallah akan menjadi kebaikan yang menular. Semakin banyak yang menanam, semakin sehat lingkungan dan semakin kuat ketahanan pangan kita,” tukasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular