Mojokerto-(satujurnal.com)
Ancaman penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menempatkan Indonesia di jajaran kasus tertinggi dunia memicu respons cepat Pemerintah Kota Mojokerto. Penguatan sistem pelacakan kontak erat atau tracing serta skrining dini kini digencarkan secara masif hingga tingkat RT/RW demi memutus rantai penularan.
Langkah taktis tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Rapat Koordinasi Atasi Tuberkulosis dan Penyakit Menular Lainnya (RADIASI PEMULA) di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (12/8/2026).
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan penanggulangan TBC merupakan mandat nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Tanggung jawab ini menuntut kepedulian seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada tenaga kesehatan semata.
“Penanganan, pencegahan, dan penanggulangan TBC menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita harus memiliki kepedulian untuk menyelamatkan masyarakat Kota Mojokerto dan masyarakat Indonesia agar terbebas dari TBC,” tegas Ning Ita.
Ia menerangkan penanganan penyakit menular ini memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari institusi pendidikan, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, hingga mitra pembangunan.
Selain itu, kewaspadaan masyarakat terhadap kelompok rentan terpapar harus ditingkatkan. Selain perokok aktif, perokok pasif serta penderita penyakit penyerta seperti diabetes, HIV, dan hipertensi masuk dalam radar perhatian khusus pencegahan TBC.
“Setelah kita mengenali mana saja yang menjadi potensi terpapar TBC, kita harus paham bagaimana mencegahnya. Minimal kita bisa menjaga diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari penyakit ini,” imbau Ning Ita.
Ia menekankan perbedaan mendasar penanganan penyakit menular yang mewajibkan strategi aktif mendatangi warga. Pendeteksian dini secara langsung di lapangan menjadi kunci utama penemuan penderita agar segera mendapat penanganan medis secara tuntas.
“Kita harus melakukan skrining dan tracing supaya kasus bisa menemukan penderitanya, berbeda dengan penyakit tidak menular yang cukup dengan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Melalui program RADIASI PEMULA, Pemkot Mojokerto terus mempererat sinergi antara dinas kesehatan, kader Puskesmas, hingga pengurus RT/RW. Kolaborasi solid ini diharapkan mempercepat terwujudnya target eliminasi TBC di wilayah Kota Mojokerto.(one/hms)



