Jombang-(satujurnal.com)
Puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terlantar di Arab Saudi lantaran biro perjalanan PT Anisa Ahmadha Travellindo lepas tangan dan mendadak memutus komunikasi. Tak kunjung mendapat kepastian tiket kepulangan hingga tertahan berhari-hari, sebanyak 80 jemaah akhirnya terpaksa merogoh kocek pribadi hingga Rp 7,2 juta per orang demi bisa terbang kembali ke Tanah Air.
Peristiwa pengabaian jemaah ini terungkap setelah Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang menerima pengaduan keluarga dan mendapati puluhan jemaah tertahan di Mekkah serta Madinah. Bahkan, sebanyak 26 jemaah di Mekkah mengalami overstay selama lima hari sejak 12 hingga 16 September akibat ketidakpastian tiket dari pihak agensi travel.
Kerumitan bermula ketika rombongan jemaah selesai menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sebanyak 54 jemaah yang tertahan di Madinah akhirnya membulatkan tekad membeli tiket kepulangan secara mandiri, disusul 26 jemaah di Mekkah yang mengambil langkah serupa akibat tak ada pertanggungjawaban travel.
Upaya mediasi dan pendampingan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang terus menemui jalan buntu. Bahkan sejak 12 September 2026, kontak pihak PT Anisa Ahmadha Travellindo disebut tidak lagi memberikan respons. Panggilan telepon tetap terdengar berdering, tetapi tidak diangkat. Pesan WhatsApp dan voice note juga tidak mendapatkan jawaban.
Inspeksi mendadak ke kantor operasional PT Anisa Ahmadha Travellindo di Jombang dan Mojokerto juga tak membuahkan hasil karena bangunan kantor ditemukan dalam kondisi tutup total. Tim kemudian mendatangi rumah direktur travel pada 16 September, pihak pengelola tetap tidak sanggup memberikan jawaban maupun kepastian tiket bagi jemaah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, memaparkan skema pemulangan para jemaah yang akhirnya harus diterbangkan secara bertahap setelah membeli tiket mandiri.
“Kondisi jemaah umrah yang saat ini ada di Mekkah itu ada 26 orang, dan di Madinah sebanyak 54 orang. Untuk yang 54 orang sudah terbang dan insyaallah nanti malam jam 07.00 sampai di Bandara Jakarta. Sedangkan yang 26 orang nanti menyusul jam 11.30 waktu Arab Saudi akan diterbangkan ke Indonesia,” ujar Ilham Rohim saat ditemui di kantornya, Kamis (17/9/2026).
Soal ongkos tiket sebesar Rp7,2 juta per orang yang dikeluarkan jemaah, Ilham menegaskan hal itu menjadi fokus penyelesaian setibanya seluruh jemaah di Tanah Air.
“Dari melihat kondisi jemaah, akhirnya kemarin jemaah memutuskan untuk beli tiket sendiri untuk kepulangan jemaah umrah ke Indonesia. Itu nanti akan diselesaikan setelah sampai di Indonesia,” tambahnya.
Otoritas haji dan umroh daerah kini bergerak cepat menyusun berita acara dan laporan lengkap terkait dugaan pelanggaran berat ini untuk diteruskan ke Kantor Wilayah hingga Kementerian Pusat di Jakarta. Pihak kementerian memastikan proses penjatuhan sanksi normatif sedang berjalan, mulai dari surat peringatan, pemanggilan resmi, hingga ancaman pembekuan izin operasional biro perjalanan.
Sebagai langkah antisipasi berulangnya kejadian serupa, masyarakat dan calon jemaah diimbau lebih teliti memverifikasi kelengkapan dokumen perjalanan sebelum berangkat.
“Saran kami, pastikan betul sudah ada tiket berangkat dan kepulangannya, serta ada jadwal pemberangkatan secara pasti. Kalau belum ada tiket berangkat dan pulangnya, mohon untuk bisa dikordinasikan,” tukas Ilham.(rial)



