Tuesday, October 27, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPemkot dan BNN Kota Mojokerto Kukuhkan Duta Anti Narkoba 2026

Pemkot dan BNN Kota Mojokerto Kukuhkan Duta Anti Narkoba 2026

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ajang Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto Tahun 2026 sukses dihelat di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada Senin (26/10/2026) malam. Dalam malam puncak acara tersebut, Evan Ong dari SMA Katolik St. Thomas Aquino dan Silvia Nadhifa dari SMKN 2 resmi terpilih menyandang gelar Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto Tahun 2026 setelah melalui serangkaian seleksi ketat sejak 10 Oktober 2026.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya menegaskan, pembentukan duta ini merupakan langkah strategis yang berakar dari keresahan mendalam terhadap ancaman peredaran gelap narkotika yang menyasar kalangan remaja. Pemerintah daerah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memandang pendekatan promotif dan preventif melalui teman sebaya jauh lebih efektif untuk meredam potensi penyalahgunaan sejak dini.

“Ada sesuatu yang sangat mendasar mengapa kita harus membentuk Duta Anti Narkoba. Ini bukan semata-mata ajang untuk mencari pemuda-pemuda yang punya talenta atau menampilkan potensi terbaik mereka. Pemilihan ini lahir dari sebuah kegelisahan melihat betapa masifnya narkoba mengancam bangsa ini, tidak terkecuali di Kota Mojokerto,” ungkap sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Ia menambahkan, perlindungan generasi muda harus diutamakan sebelum mereka terpapar barang haram tersebut. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, BNN, institusi pendidikan, hingga keluarga menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di wilayah ini.

“Kita selamatkan sebelum terjadi. Kita ikhtiarkan agar mereka tidak terpapar daripada harus mengobati. Itulah yang melandasi lahirnya Duta Anti Narkoba. Para pemuda yang sebaya tentu bisa berkomunikasi dengan frekuensi yang sama,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BNN Kota Mojokerto Damar Bastiar Amarapit menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kehadiran para duta di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi teladan serta menggerakkan kesadaran kolektif pelajar untuk hidup sehat dan berprestasi.

“Melalui pemilihan ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba. Duta Anti Narkoba diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Damar.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular