![]() |
| Walikota Mojokerto saat menerima Tim Penilai Zakat Award 2015 di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto, Selasa (04/8/2015) |
(Baznas) Kota Mojokerto dipilih Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur mewakili
Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti Zakat Award 2015.
ajang Zakat Award kali pertama yang digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam
Kementerian Agama RI ini tidak lepas dari prestasi dan penghargaan yang
diterima lembaga pengelola zakat di wilayah dengan dua kecamatan tersebut.
juga Ketua Baznas Kota Mojoketo menerima langsung kunjungan tim penilai Zakat
Award di ruang Nusantara Pemkot Mojokerto, Selasa (04/8/2015).
Pemberdayaan Lembaga Zakat, Direktorat Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama RI,
Dr. H. Juraidi Malkam, MA mengatakan, penghargan di bidang pengelolaan zakat diluncurkan
Kementerian Agama RI dalam rangka memotivasi lembaga pengelola zakat, khususnya
BaznaS Provinsi dan Baznas Kabupaten/Kota, agar lebih baik dan meningkat dalam
menjalankan peran dan fungsinya.
Awards merupakan program strategis Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam yang
diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam pengembangan zakat nasional,”
kata Juraidi.
mewakili Provinsi Jawa Timur karena mampu dan mempunyai pengalaman dalam
mengelola zakat dan pernah menerima penghargaan bidang zakat dari pemerintah
pusat.
Walikota Mas’ud Yunus memperoleh penghargaan dari Baznas Pusat atas perhatian
dan dukungan selaku pejabat pemerintah dalam pengembangan Baznas Kota Mojokerto,”
ucapnya.
lanjut Juraidi, ada beberapa tahapan. Baznas Propinsi melakukan proses seleksi
untuk Baznas Kabupaten/Kota. Baznas daerah yang lolos dan ditunjuk mewakili
provinsi kemudian mengisi kuisioner.
mempunyai SOP pengumpulan zakat. Kemudian dilampirkan SOP tersebut. Lalu
seperti sekarang ini, setelah kami baca isiannya, kami datang ke Kota Mojokerto
untuk mengecek langsung,” ungkap Juraidi.
ujar Juraidi lebih lanjut, yakni kategori manajemen kelembagaan yang lebih pada
menejemen perkantoran. Dan yang kedua, kategori pengelolaan meliputi
pengumpulan, pendistribusian maupun pemberdayaan.
penilaian langsung, Baznas kabupaten/kota akan diundang ke Jakarta untuk
penilaian wawancara sekaligus pemberian penghargaan,” pungkasnya.
Mojokerto. Dari ketika Baznas kurang diminati masyarakat, hingga sekarang yang
sangat diminati dan manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat Kota
Mojokerto terutama kaum duafa.
tentang program terobosan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yakni program
pembiayaan usaha syariah (PUSYAR).
dalam mengelola zakat, Baznas Kota Mojokerto selalu melaporkan pengelolaan
zakat kepada pusat, provinsi, kepala daerah dan masyarakat. Hal ini untuk
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas,” terang dia.
Mojokerto secara keseluruhan sebanyak Rp 4,8 Milyar.
meraih Rp 1 Milyar. Kemudian zakat fitrah potensinya 305 ton beras, dan Baznas
Kota Mojokerto sudah mampu meraih 150
ton beras,” kata Mas’ud Yunus. (one)




