Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiWarga Jombang Tandatangani Maklumat Bung Karno Lahir di Ploso

Warga Jombang Tandatangani Maklumat Bung Karno Lahir di Ploso

Jombang-(satujurnal.com)

Warga Jombang mengeluarkan dan menandatangani maklumat sebagai bentuk pernyataan sikap bahwa Sang Proklamator Ir Soekarno atau Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

Maklumat tersebut ditandatangani bersama di Sekertariat Titik Nol Soekarno di dekat rumah kelahiran Bung Karno di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Minggu (28/06/2026).

Alasan dikeluarkannya maklumat bukan tanpa sebab. Hal ini karena masyarakat Ploso Jombang masih menyimpan memori kolektif mereka tentang Bung Karno yang dilahirkan pada 6 Juni 1902 di Ploso, Jombang, yang pada waktu itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya.

Peserta acara, Arif Yulianto menegaskan, data sejarah baik data tertulis, cerita tutur, hingga memori kolektif masyarakat Ploso dan sekitarnya menunjukkan bahwa Bung Karno memang lahir di Ploso 6 Juni 1902.

“Bukti sejarah yang ada menunjukkan bahwa Bung Karno lahir di sini, di sebuah rumah menghadap ke timur di Desa Rejoagung, Ploso pada tanggal 6 Juni 1902,” tegasnya.

“Semoga atas hidayah Alloh SWT, mata Indonesia dan dunia terbuka dan mengamini bahwa Bung Karno lahir di Ploso 6 Juni 1902,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, para warga Ploso dan sekitarnya yang merupakan periwayat sejarah menyampaikan satu per satu memorinya terkait sejarah kelahiran Bung Karno.

Seperti Mbah Hamid, yang merupakan cucu Mbok Suwi. Mbah Hamid menceritakan Mbok Suwi yang mengasuh Bung Karno sejak lahir.

“Makam Mbok Suwi juga ada di desa ini,” ujarnya.

Kemudian Mbah Mursyid juga menceritakan kisah dari ayahnya, bahwa rumah di Gang Buntu Desa Rejoagung Ploso adalah rumah kelahiran Bung Karno. Mbah Mursyid juga menceritakan tentang Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno.

Kemudian warga kabuh, Sulisyono Imam Jayaharja bercerita tentang sosok Mas Kiai Surasentana atau Mbah Suro, saksi kelahiran Bung Karno.

“Keluarga kami punya foto Mbah Suro,” ungkapnya.

Tak hanya itu, warga setempat yang juga Kuncen Titik Nol Soekarno yang bernama Masfi’in atau Mbah Masfi’in menceritakan sejarah dari ayahnya yang menyatakan bahwa ari-ari Koesno atau Bung Karno ditanam di depan rumah menghadap ke timur di Gang Buntu Desa Rejoagung, Ploso.

Sementara itu, Kepala Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sugeng menceritakan tentang sosok Mbah Joyo Dipo, teman masa kecil Bung Karno.

Kuncen Titik Nol Soekarno, Mbah Masfi’in menegaskan, pemandangan maklumat memang telah direncanakan. Untuk meminta kepastian dari masyarakat Ploso khususnya dan kalayak umum menginginkan kebersamaan.

Bahwa maklumat ini dibikin bukan untuk hiasan. Tapi ini senjata bilamana dibutuhkan, maka inilah saksi di dalam tanda tangan yang ada. Ini bukan hal biasa, ini adalah asli penandasan tentang kelahiran Ir Soekarno di sini di Ngelo (Rejoagung) gang buntu,” tandasnya.

Masfi’in menambahkan, para pihak yang bertanda tangan adalah para periwayat sejarah dan masyarakat umum.

“Harapan tidak cukup harapan saja, tapi harus ada kepastian bahwa bupati saya desak, saya tagih mohon dituruti dari masyarakat umum ini, menyatakan bahwa inilah kelahiran Bung Karno, di Ngelo Gang Buntu,” pungkasnya. (suf)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular