nasional (UN) di ambulan, Fandi Miftahul Huda, siswa SMA PGRI Gondang,
Kabupaten Mojokerto yang mengalami kecelakaan bulan Maret lalu akhirnya
dipindahkan ke Puskesmas Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Pihak Dinas Pendidikan
(Disdik) Kabupaten Mojokerto beralasan memberikan tempat yang layak.
ujian nasional secara maksimal, namun putra pasangan Suhantoro dan Yayuk tetap
semangat mengerjakan soal UN hari kedua dengan mata pelajaran bahasa Inggris.
pengawas dari sekolah. Ia hanya membaca dan mengerjakan soal, sedangkan
mengarsir lembar jawaban dilakukan pihak pengawas. Meski dilakukan di puskesmas,
standar pengawasan tetap dilakukan tanpa pengecualian.
Suhartono yang sebelumnya tutup mulut soal penolakan institusinya terhadap
Fandi yang mengajukan permintaan mengikuti UN di RSAL Dr Ramelan, Surabaya
akhirnya mengunjungi Fandi di puskesmas.
puskesmas justru untuk memberikan kenyamanan untuk mengerjakan soal UN,” kata
Suhartono.
mengijinkan Fandi mengikuti UN di rumah sakit. ”Bukan kami tidak mengijinkan,
tapi karena mis komunikasi saja dengan wali murid,” bantah mantan Camat Sooko
tersebut.
lingkungan sekolahnya. . Pihak keluarga terpaksa membawa Fandi pulang paksa
dari RSAL Dr Ramelan Surabaya untuk di bawa ke sekolah dengan membawa ambulan
lantaran pihak Disdik mengharuskan siswa datang ke sekolah mengikuti UN.
2013 lalu, saat akan berangkat ke sekolah. Semula ia dibawa ke RS Rekso Waluyo
kemudian dirujuk di RSAL Dr Ramelan. (wie)




