![]() |
Romahurmuzy menjadi khatib dalam salat Idul Fitri di Pondok Pesantren Bahrul
Ulum, Tambak Beras, Jombang, Minggu (25/6/2017).
khutbah Idul Fitri dengan tema ‘Urgensi Politik Islam’.
politisi harus mempunyai niat dan motivasi yang benar. Untuk itu berpolitik
dalam Islam harus diniatkan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, membela
kepentingan rakyat, dan Amar Ma‟ruf Nahi Munkar,” katanya.
meniscayakan iman dan taqwa sebagai landasan politik yang hendak dibangun.
terjerumus kepada keputusan dan perilaku politik yang menyimpang. Tanpa iman
dan taqwa, seorang politisi dapat membiarkan terinjak-injaknya kebenaran dan
keadilan, serta berlangsungnya kemungkaran di depan matanya,” imbuhnya.
politisi juga harus mempunyai kesadaran teologis bahwa dirinya berfungsi
sebagai Khalifatullah di muka bumi untuk melakukan pembangunan dan akan
mempertanggungjawabkan kepemimpinannya tidak saja kepada manusia, tetapi juga
kepada Allah SWT.
menghalalkan segala cara dalam menggapai tujuan. Politisi sejati adalah
politisi yang senantiasa mengutamakan moralitas dalam berpolitik, tidak
mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya,” cetusnya.
yang sampai sekarang ini masih hangat untuk didiskusikan. Pergulatan tersebut
terkait dengan munculnya fenomena Takfiri oleh suatu golongan yang mudah
menganggap kafir selain golongannya yang menolak konsep khilafah, sehingga
menggambarkan seolah Islam jauh dari bersahabat.
ayat 44 secara tekstual. Ayat ini berbunyi, barang siapa berhukum selain dengan
hukum Allah maka mereka termasuk golongan orang-orang kafir,” kutip Romi.
tidak memakai hukum Islam atau bukan Negara Islam dikategorikan sebagai negara kafir, termasuk
di dalamnya “Indonesia”.
Islam Ramatan lil „Alamin. Padahal Islam memberikan kemudahan menjalankan hukum
sesuai kemampuannya,” ucap Romi seraya menyebut makna surat Al-Baqarah ayat
286.
menyebut peran KH Wachid Hasyim dari NU dan Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum PP
Muhammadiyah saat itu yang secara ikhlas menerima penghapusan tujuh kata di
sila pertama Pancasila versi Piagam Jakarta, demi persatuan dan kesatuan
Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
mempraktekkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia hendaknya kita berpegang teguh
pada konsep masyarakat Madinah yang dibentuk oleh Rasulullah SAW, agar kita
tidak terjebak seolah-olah yang namanya khilafah atau Daulah Islamiyah sebuah
doktrin yang wajib dalam Islam,” ingatnya .
untuk semua agama, bukan satu agama. “Tetapi ingat, sebagai umat Islam wajib
hukumnya kita menguasainya. Kenapa?, Islam jelas memerintahkan kita untuk
mencegah kemungkaran melalui kekuasaan,” tukasnya.
pertanyaan wartawan soal babak akhir kemelut di PPP.
dua hal besar yang patut disyukuri partainya. Yakni kemenangan melawan hawa
nafsu dan berakhirnya dualisme kepemimpinan dan sengketa partai politik di
tubuh PPP.
disyukuri oleh PPP, yang pertama adalah kemenangan melawan hawa nafsu dan yang
kedua berakhirnya konflik dualisme kepemimpinan yang berlangsung selama dua
setengah tahun terakhir,” sergah Romi.
Peninjauan Kembali (PK) No. 79 yang mengabulkan Gugatan Perdata sengketa partai
politik yang diajukan pihaknya selesai sudah drama dualisme kepemimpinan PPP
yang telah berlangsung selama 2,5 tahun terakhir. “Tidak ada PK diatas PK,”
tandasnya. (one)




