Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menginisiasi program Budaya RT Berseri, akronim bersih, sehat dan asri. Program yang menyasar 683 RT yang ada di 18 kelurahan dan 3 kecamatan ini resmi diluncurkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat pada Senin (21/7/2025).
Ning Ita, sapaan populer Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa Budaya RT Berseri bukan sekadar ajang lomba berburu hadiah. “Ini bukan lomba musiman, tapi upaya membangun kebiasaan. Bagaimana kita terbiasa menjaga lingkungan bersih, sehat, dan asri , bukan cuma karena ada penilaian,” katanya.
Meski demikian, ada juga stimulus hadiah untuk memacu semangat warga. Bagi pemenang tingkat kelurahan disiapkan Rp25 juta, sedangkan pemenang tingkat kecamatan berpeluang membawa pulang Rp35 juta.
Menurut Ning Ita, yang terpenting bukan hadiahnya, tapi perubahan perilaku warga agar budaya hidup sehat dan peduli lingkungan ini menjadi kebiasaan jangka panjang. Ia bahkan berharap, program ini bisa terus berlanjut tiap tahun — bukan hanya di tahun ini saja.
Sementara itu, Sekda Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menjelaskan mekanisme lombanya. Setiap RT akan melakukan self assessment lewat aplikasi Gayatri, lalu diverifikasi oleh dinas terkait. Tiga RT terbaik di tiap kelurahan akan masuk nominasi dan dinilai langsung oleh tim juri, salah satunya Ning Ita sendiri.
“Penilaian tingkat kelurahan berlangsung mulai Juli minggu ketiga hingga akhir September. Untuk tingkat kecamatan, Oktober minggu pertama sampai pertengahan November,” terang Gaguk.
Ada 15 indikator penilaian yang dibagi dari empat bidang: kesehatan, lingkungan hidup, PUPR, dan kelurahan.
Dengan sistem seperti ini, Pemkot berharap Budaya RT Berseri jadi gerakan kolektif warga , bukan sekadar lomba tahunan. (ant/hms)



