Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, meninjau langsung Pelatihan Keamanan Pangan yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Prajuritkulon, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPOM Surabaya dan diikuti puluhan pelaku UMKM kuliner.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita. sapaan akrabnya, menyebutkan, dari total dari total 27.993 UMKM di Kota Mojokerto, lebih dari 70 persen bergerak di sektor kuliner. Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas produk pangan menjadi hal yang mutlak, salah satunya soal keamanan.
“Kami berkomitmen meningkatkan perekonomian Kota Mojokerto melalui UMKM. Setiap tahun, puluhan miliar rupiah kami anggarkan khusus untuk mendukung UMKM,” ujarnya.
Tak hanya soal rasa dan halal, Ning Ita juga menekankan produk kuliner Kota Mojokerto harus aman dan sehat. “Kami ingin produk kuliner di Kota Mojokerto tidak mengandung bahan berbahaya. Ini bagian dari komitmen kami agar UMKM benar-benar naik kelas,” tambahnya.
Selain keamanan pangan, Ning Ita juga mendorong UMKM mendaftarkan produknya ke e-katalog pemerintah. Dengan begitu, produk UMKM lokal punya peluang lebih besar masuk ke belanja pemerintah daerah.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kesadaran pelaku usaha semakin meningkat dalam menjaga standar produk mereka. Harapannya, UMKM kuliner Kota Mojokerto tidak sekadar bertahan, tapi bisa berkembang, berdaya saing, dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah.(one/hms)



