Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeNasionalSurya Majapahit Jadi Simbol Ketangguhan di Puncak PRB 2025 Mojokerto

Surya Majapahit Jadi Simbol Ketangguhan di Puncak PRB 2025 Mojokerto

Mojokerto-(satujurnal.com)
Malam puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 berlangsung khidmat sekaligus meriah di Lapangan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/10/2025). Ribuan insan kebencanaan dari berbagai penjuru Indonesia tumplek blek di Bumi Majapahit untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen bersama membangun bangsa yang tangguh bencana.

Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti arena. Pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum melebur dalam satu tekad, menjadikan pengurangan risiko bencana sebagai gerakan bersama.

Tak sekadar seremoni, rangkaian kegiatan PRB 2025 menghadirkan pameran inovasi kebencanaan, diskusi publik, gelar budaya, penanaman pohon, fun run for resilience, hingga simulasi kesiapsiagaan. Semua dirancang untuk menguatkan sinergi sekaligus melibatkan partisipasi aktif warga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Pratikno dalam sambutannya menegaskan pentingnya membudayakan pencegahan bencana. “Mari kita cegah bencana mulai dari hal sederhana. Jangan buang sampah sembarangan, jaga kebersihan sungai, dan tentu saja kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyinggung makna “Surya Majapahit” yang terpahat dalam sejarah Mojokerto. Delapan sinarnya dimaknai sebagai arah ketangguhan: kesiapan, kepedulian, gotong royong, pengetahuan, inovasi, kearifan lokal, keberanian, dan harapan. “Nilai-nilai ini harus kita lestarikan sebagai simbol ketangguhan bencana di tanah air,” tegas Emil.

Suasana sempat hening ketika seluruh hadirin diajak berdoa bersama untuk para korban gempabumi di Banyuwangi dan Sumenep, serta tragedi kegagalan teknologi yang menimpa santri di Pondok Pesantren Al Khoziny. Doa dipimpin penuh empati, menghadirkan rasa kebersamaan bahwa di balik PRB ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas.

Menutup rangkaian acara, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyerahkan bendera pataka dari Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Banten, tuan rumah PRB 2026. Penyerahan ini menjadi penanda perjalanan semangat PRB dari ujung timur ke ujung barat Pulau Jawa.

Malam kian hangat dengan sajian drone show, penampilan religi Opick, dan tausiah Gus Kautsar. Ribuan warga Mojokerto larut dalam doa dan kebersamaan. PRB 2025 di Mojokerto akhirnya bukan hanya peringatan, melainkan simbol nyata gotong royong pemerintah, tokoh agama, seniman, dan masyarakat menuju Indonesia yang lebih tangguh.(one/hms)

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular