Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoNing Ita: Cegah Narkoba Tanggung Jawab Bersama

Ning Ita: Cegah Narkoba Tanggung Jawab Bersama

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Closing Penyuluhan Lingkungan Bersih Narkoba dalam Mewujudkan Remaja/Pemuda Bebas Narkoba di Balai RW 3 Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (20/10) malam.

Kegiatan ini menutup rangkaian penyuluhan bahaya narkoba yang digelar di sembilan titik RW se-Kelurahan Mentikan sejak 8 Oktober 2025. Selama delapan hari, kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, karang taruna, dan remaja dengan menghadirkan narasumber dari BNN Kota Mojokerto, Polsek Prajurit Kulon, Danramil, dan Camat Prajurit Kulon.

Ning Ita mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara kelurahan, Puskesmas, TNI/Polri, kader kesehatan, TP PKK, dan masyarakat dalam mewujudkan Kampung BERSINAR (Bersih Narkoba). Ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat narkoba. “Di Lapas Kelas IIB Mojokerto saja, dari sekitar 990 penghuni, lebih dari 80 persen merupakan kasus narkoba. Ini indikator nyata betapa seriusnya ancaman itu di sekitar kita,” tegasnya.

Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto perlu diantisipasi sejak dini melalui pengawasan keluarga dan edukasi masyarakat. Ia mengingatkan para orang tua agar menjaga anak-anaknya dan meminta remaja untuk menjauhi narkoba. “Tidak ada sisi positif dari narkoba. Yang paling harus dijaga adalah anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” pesannya.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menambahkan, pemerintah daerah setiap tahun mendapat amanah melaksanakan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). Program ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan masyarakat dan keluarga.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan. “Penyuluhan seperti ini sangat penting, apalagi melibatkan karang taruna dan para orang tua. Pencegahan paling awal itu ada di rumah, di antara remaja, dan di lingkungan sekitar,” tutupnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular