Jombang-(satujurnal.com)
Pemandangan memilukan terjadi di ruas Jalan Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), tepatnya di KM 698+800 Jalur A, pada Jumat (10/4/2026) pagi.
Sebuah kecelakaan maut melibatkan dua kendaraan besar merenggut nyawa dua orang sekaligus.
Truk Colt Diesel bermuatan paket yang dikemudikan Muhamad Diki Padeva (26) menabrak keras bagian belakang Dump Truk bermuatan tanah bahan keramik. Benturan dahsyat tersebut membuat kabin truk paket ringsek berat, mengakibatkan sopir dan seorang kernet tewas seketika di lokasi kejadian.
Kanit PJR Jatim III, AKP Sudirman, membenarkan insiden nahas yang terjadi sekitar pukul 07.10 WIB itu. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, cuaca saat itu terpantau cerah dan arus lalu lintas lancar. Namun, faktor human error diduga kuat menjadi penyebab utama tragedi ini.
“Semula kendaraan truk Colt Diesel muatan paket yang dikemudikan Saudara Diki berangkat dari arah Jakarta menuju Surabaya, saat melintas di lokasi kejadian, diduga pengemudi mengantuk dan kurang konsentrasi sehingga menabrak kendaraan di depannya,” ujar AKP Sudirman di lokasi.
Akibat tabrakan dari belakang tersebut, Muhamad Diki Padeva, warga Nglegok, Kabupaten Blitar, meninggal dunia di tempat. Nasib sama juga menimpa seorang kernet yang berada di dalam kabin, meskipun identitasnya masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pengemudi Dump Truk, Ahmad Taufik (35), beserta kernetnya dilaporkan selamat tanpa luka berarti.
Kerusakan parah terlihat pada bagian depan truk paket dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 45 juta. Muatan paket di dalamnya juga berantakan akibat guncangan keras saat benturan terjadi. Petugas PJR Jatim III bersama pengelola tol segera melakukan evakuasi terhadap kedua jenazah korban ke rumah sakit terdekat untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Proses derek dan pembersihan bangkai kendaraan sempat menghambat arus lalu lintas, namun petugas bekerja cepat agar jalur kembali normal. Kendaraan yang terlibat diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi pasti sebelum kejadian.
Menyusul insiden tragis ini, pihak kepolisian memberikan peringatan keras bagi para pengguna jalan tol. Kelelahan dan kantuk adalah musuh utama di jalan bebas hambatan yang bisa berakibat fatal kapan saja.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar tidak memaksakan berkendara jika merasa lelah atau mengantuk. Segera beristirahat di rest area terdekat demi keselamatan,” pungkas AKP Sudirman.(rial)



