Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoResmikan SPPG Wates, Ning Ita Tegaskan Standar Operasional MBG Tak Boleh Longgar

Resmikan SPPG Wates, Ning Ita Tegaskan Standar Operasional MBG Tak Boleh Longgar

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan seluruh pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto wajib memenuhi standar kelayakan operasional. Penegasan itu disampaikan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari, Kamis (14/5).

Penegasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Dalam rangka menjamin agar makan bergizi gratis ini bisa terlaksana sesuai niat baik Bapak Presiden untuk menyehatkan anak-anak Indonesia dan menciptakan generasi emas, maka SPPG yang bertugas menyiapkan MBG harus memenuhi standar kelayakan operasional,” kata Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga mengapresiasi langkah SPPG Wates yang telah mengikuti arahan tim verifikasi dengan melakukan relokasi dapur agar seluruh standar operasional dapat dipenuhi secara maksimal.

Pemkot Kota Mojokerto juga melakukan penyesuaian jumlah SPPG untuk menjaga mutu makanan yang disajikan. Jumlah SPPG yang semula direncanakan sebanyak 17 unit kini ditambah menjadi 28 unit, dengan kapasitas pelayanan sekitar 2.500 penerima manfaat per SPPG.

Menurut Ning Ita, penambahan tersebut menjadi langkah strategis agar distribusi makanan tetap terjaga kualitas dan pengawasannya lebih optimal.

“Mari kita jaga bersama-sama dan kita awasi bersama,” tegasnya.

Program MBG di Kota Mojokerto juga disiapkan terhubung dengan sejumlah program prioritas nasional lain, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program ketahanan pangan.

Melalui skema tersebut, SPPG diharapkan bersinergi dengan koperasi untuk menggandeng kelompok tani, peternak, hingga kelompok budidaya ikan sebagai pemasok bahan pangan.

Menurut Ning Ita, keterhubungan antarprogram itu berpotensi menggerakkan ekonomi lokal hingga tingkat wilayah terkecil.

“Kalau program-program ini saling bertautan, maka akan terbentuk sirkular ekonomi di masing-masing wilayah terkecil,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular