Buah yang dipecah saat maghrib, Kamis (13/06/2013) ini tak syak membuat pemiliknya mengernyitkan dahi. Aulia, adik dr Luluk yang kali pertama membelah buah berbentuk bulat itu menjadi dua bagian, yang didapat dari satu bagian yakni wajah primata yang tampak seperti tersenyum.
“Fenomena alam saja. Tapi ya harus diakui cukup unik juga,” ujar Bu Luluk, sapaan akrab dr Luluk. (wie)




