Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPenguatan Literasi Hukum dan Keuangan bagi Perempuan, DinsosP3A Kota Mojokerto Gandeng Politeknik...

Penguatan Literasi Hukum dan Keuangan bagi Perempuan, DinsosP3A Kota Mojokerto Gandeng Politeknik Negeri Jakarta

Mojokerto-(satujurnal.com)
Upaya pemberdayaan perempuan terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto. Kali ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Mojokerto menggandeng Politeknik Negeri Jakarta dalam kegiatan bertajuk Peningkatan Pengetahuan Hukum Keluarga dan Pelatihan Perencanaan Keuangan bagi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Mojokerto yang berlangsung di aula kantor DinsosP3A, Kamis (17/7/2025).

Ida Nur Hayati dan Sandhika Cipta Bidhari dari Politeknik Negeri Jakarta, Ida Nur Hayati dan Sandhika Cipta Bidhari, yang merupakan dosen dengan jabatan Lektor Kepala menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyasar anggota Forum PUSPA antara lain perwakilan Muslimat, Dharma Wanita Persatuan, TP PKK, dan Forum Anak Kota Mojokerto tersebut.

Para peserta mendapatkan materi penguatan literasi hukum keluarga sekaligus pelatihan perencanaan keuangan rumah tangga.

“Kegiatan ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi kami para Lektor Kepala, pengabdian masyarakat adalah kewajiban yang harus dijalankan langsung di tengah masyarakat,” kata Ida Nur Hayati mengawali sesi pelatihan.

Ida menekankan, pengabdian masyarakat yang diampu oleh Lektor Kepala bukan sekadar formalitas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata tanggung jawab akademisi untuk berbagi ilmu di tengah masyarakat, sesuai dengan bidang keilmuannya.

“Kebetulan latar belakang saya di hukum, dan ini kami padukan dengan materi perencanaan keuangan. Harapannya bisa langsung diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Kami percaya, katanya lebih lanjut, perempuan yang paham hukum dan cerdas mengelola keuangan akan lebih berdaya, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. “Karena itulah, pengabdian ini bukan sekadar program, tapi bagian dari investasi masa depan masyarakat,” imbuh Ida Nur Hayati.

Ida Nur Hayati menegaskan, pengabdian bukan sebatas teori di atas kertas.

“Masyarakat butuh lebih dari sekadar teori. Mereka butuh ilmu yang bisa dibawa pulang dan dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Itulah makna sesungguhnya dari pengabdian,” katanya.

Ia berharap apa yang telah disampaikannya bersama rekan sejawatnya Sandhika Cipta Bidhari dapat diterima oleh para anggota Forum Puspa.

Kepala DinsosP3A Kota Mojokerto, Choiril Anwar, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, sinergi seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM, terutama perempuan.

“Dengan sinergi seperti ini, kami ingin perempuan Kota Mojokerto berani melangkah, mandiri, dan ikut menjadi pelaku perubahan,” ungkapnyaĺ

Menurut Anwar, membangun literasi perempuan berarti membangun pondasi kokoh bagi masyarakat.

“Meningkatkan literasi perempuan berarti membangun pondasi kuat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan sinergi seperti ini, kami ingin perempuan Mojokerto berani melangkah, mandiri, dan ikut menjadi pelaku perubahan,” kata Choiril Anwar

Lebih jauh, Anwar berharap kegiatan ini bisa jadi langkah konkret mendorong perempuan Kota Mojokerto lebih berdaya, termasuk mendorong keterlibatan di dunia parlemen.

Anwar juga menyinggung, DinsosP3A pernah bersinergi dengan LBH Bina Annisa dalam kegiatan serupa untuk kelompok disabilitas. Kini, dengan kolaborasi bersama Politeknik Negeri Jakarta, cakupan sasaran bisa semakin luas.

“Kami punya tanggung jawab terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG). Semakin tinggi literasi, semakin baik capaian itu,” jelas Anwar.

Bagi peserta, kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan hukum dan keuangan, tapi juga membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman. (one/hms)

.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular