Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiCurhat Ning Ita Direspons, Satpol PP Tertibkan Gepeng di Titik Rawan

Curhat Ning Ita Direspons, Satpol PP Tertibkan Gepeng di Titik Rawan

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 14 gelandangan dan pengemis (gepeng), termasuk pengamen dan badut jalanan, diamankan dalam razia gabungan yang digelar Satpol PP Kota Mojokerto bersama TNI dan Polri, Rabu (30/7/2025).

Razia ini menyisir sejumlah titik rawan di kota, terutama sekitar lampu merah di jalan-jalan utama seperti Jalan Pahlawan, Raden Wijaya, KH Usman, Brawijaya, Empunala, dan Jalan Pemuda. Penertiban dilakukan dua kali dalam sehari—pagi dan sore.

“Pagi kami amankan 8 orang, dan sore ada 6 orang. Total hari ini 14 orang berhasil kami tertibkan,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo.

Ia menambahkan, mayoritas gepeng yang terjaring berasal dari wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Jombang, hingga Surabaya. “Ada yang orang Jombang tapi domisili BC, dan ada juga yang dari Surabaya,” tambahnya.

Menurut Abdul Rachman, langkah ini diambil menyusul banyaknya aduan masyarakat, termasuk yang masuk lewat kanal resmi Curhat Ning Ita, milik Wali Kota Mojokerto. Keberadaan para gepeng dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan, apalagi mereka kerap mangkal saat jam sibuk.

“Kami berharap, setelah penertiban ini, mereka tidak kembali ke jalan lagi,” tegasnya.

Para gepeng tidak langsung dilepas. Mereka dibawa ke shelter milik Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan assessment.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinsos Kota Mojokerto, Kusnadi, menjelaskan bahwa assessment dilakukan untuk mengetahui latar belakang, kebutuhan, dan kondisi sosial masing-masing.

“Kalau mereka warga Mojokerto, kami akan panggil keluarganya. Kalau dari luar kota, kami koordinasikan dengan Dinsos sesuai domisili masing-masing,” ujar Kusnadi.

Salah satu yang terjaring adalah Sumiati, seorang lansia asal Cakarayam RT 8, yang masih menggantungkan hidup dari belas kasihan pengguna jalan.

Dinas Sosial Kota Mojokerto kini menyiapkan langkah pembinaan lanjutan agar mereka yang terjaring tidak kembali mengemis. “Gepeng mungkin tidak bisa hilang sepenuhnya, tapi setidaknya bisa ditekan agar tidak kembali meresahkan masyarakat,” tandas Kusnadi.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular