Mojokerto-(satujurnal.com)
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menggelar rapat evaluasi penggunaan sound system berdaya tinggi atau sound horeg dalam kegiatan masyarakat, khususnya karnaval kemerdekaan.
Dalam rapat evaluasi yang terekam dalam unggahan video di akun Instagram pribadi @gusbarra, Senin (4/8/2025) ini bertujuan menyikapi fenomena maraknya penggunaan sound horeg yang belakangan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemkab Mojokerto ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan tetap bisa dirayakan secara meriah, namun tetap menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.
“Kita duduk bersama untuk mencari solusi kedua belah pihak. Tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan. Aturan ini dibuat bersama-sama, agar pengusaha sound, masyarakat, dan kegiatan karnaval bisa berjalan lancar dan aman,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra.
Ia menegaskan, forum ini menjadi wadah untuk menampung aspirasi para pelaku usaha sound, sekaligus memastikan kegiatan rutin perayaan kemerdekaan seperti karnaval tetap bisa dinikmati oleh masyarakat luas tanpa menimbulkan gangguan.
“Kami mengundang Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto dan pelaku usaha sound di Kabupaten Mojokerto untuk mencari kesepakatan bersama. Harapannya, apa yang telah disepakati ini bisa dilaksanakan dalam perayaan kemerdekaan RI tahun ini,” tambahnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, camat, perangkat desa, RT/RW, pengusaha sound, serta masyarakat menjadi kunci utama agar semangat kemerdekaan tidak kehilangan esensi, meriah, tapi tetap tertib dan saling menghormati ruang publik. (one)



